Manokwari, TP – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen L. Rantetampang mengklaim pihaknya telah menindaklanjuti hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh BPOM Manokwari menunjukkan bahwa sampel makanan MBG di SD Inpres 45 Arowi Manokwari tidak memenuhi standar kualitas
Rantetampang mengatakan bahwa tindaklanjut yang dilakukan dengan mengambil langkah pengawasan melalui himbauan dan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Jadi tindaklanjutnya kami hanya memberikan himbauan. Ada surat edaran dari kepala dinas kepada semua fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk terlibat dalam pengawasan,” kata Rantetampang kepada wartawan di Sowi Gunung Manokwari, Jumat (26/09).
Dalam surat edaran tersebut, pihaknya meminta setiap puskesmas untuk secara aktif membangun koordinasi dengan dapur gizi yang berada di dalam wilayah kerjanya.
“Jika ada dapur gizi di wilayah kerja Puskesmasnya, maka perlu membangun koordinasi sehingga ketika terjadi apa-apa bisa dibantu di tingkat Puskesmas,” ujarnya.
Disinggung soal adanya keluhan orang tua yang merasa belum mendapatkan informasi terkait hasil pemeriksaan sampel MBG, Rantetampang menegaskan abhwa pihaknya hanya bertugas meneruskan hasil resmi dari BPOM kepada unit dapur gizi yang bersangkutan.
“Jadi harusnya dari pihak dapur yang sampaikan. Karena kami ketika ada hasil dari BPOM, kami hanya sampaikan ke dapur yang bersangkutan,” tegasnya. [AND-R4]




















