546 Tenaga Honorer Diminta Mepersiapkan Diri Ikut Tes
Ransiki, TP – Kesekian kalinya, Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Bernard Mandacan meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Mansel untuk segera menyelesaikan temuan BPK RI, berupa pengembalian kerugian keuangan daerah tahun anggaran 2025.
Hal ini disampaikan Bernard Mandacan saat memberikan arahan pada apel di Halaman Kantor Bupati Mansel, Bukit Boako Ransiki, Jumat (31/10).
Dikatakan Bernard, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer saat apel pagi merupakan wujud kebersamaan, semangat dan tekad dalam membangun Kabupaten Mansel.
“Tetaplah displin apel, jangan hadir karena paksaan tetapi panggilan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegas Bernard.
Untuk Tenaga Honorer formasi 2021 sebanyak 546, Bernard Mandacan meminta supaya mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti tes sebagaimana instruksi BKPSDM.
“Yang tinggal di gunung dan lembah, segera mendekat ke pusat kota, sehingga ketika jadwal tes sudah di umumkan tidak ketinggalan informasi,” pesannya.
Meneruskan pesan dari Kanreg XIV BKN Manokwari, Bupati Bernard meminta para peserta yang menjalani tes agar tidak datang dalam keadaan mabuk, apalagi terlambat, sebagaimana jadwal pelaksanaan yang ditentukan panitia, dan di tolak oleh sistem karena menyesuaikan dengan waktu Jakarta atau Waktu Indonesia Barat.
“Persiapkan diri dengan baik, jaga diri tetap sehat, supaya bisa mengikuti tes dengan baik, karena ini menyangkut nasib, maka kita berdoa semoga tidak ada halangan dan hambatan, supaya semua bisa dapat,” pesannya.
Dengan harapan, jika semua mau jadi pegawai dan sudah mendapatkan apa yang di inginkan, harus membawa diri mengikuti aturan yang ada, bukan lagi saat mau apel terus di atur dan tidak mau mendengar arahan pimpinan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bernard menghimbau, menjelang peringatan HUT ke-13 Kabupaten Mansel, tanggal 16 November 2025, para ASN dan Tenaga Honorer diwajibkan untuk melaksanakan kerja bakti di lokasi yang akan diatur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mansel.
“Mari jaga kebersihan dan keamanan kota ini, jaga Mansel sebagai rumah kita bersama di bawah naungan rumah kaki seribu. Sayangilah supaya tetap Damai, jangan hanya karena masalah sepele lakukan pemalangan dan pengerusakan, itu tidak boleh lagi terjadi,” tutur dia.
Di akhir arahannya, Bupati Bernard, kembali mengingatkan kepada Pimpinan OPD yang belum juga menyelesaikan temuan BPK, supaya segera diselesaikan paling lambat tanggal 30 November 2025 mendatang.
“Usahakan, sisa-sisa pengembalian diselesaikan sebelum batas waktu, jangatemuan, jangan sampai itu menjadi temuan bagi pemerintah daerah,” pintanya.
Dirinya pun berpesan, kepada Pimpinan OPD supaya bekerja dengan baik. Pasalnya, Bupati sudah lihat dan sudah mendengar soal kinerja Pimpinan OPD yang buruk, tetapi masih tetap santai, karena hanya menunggu waktu yang akan berbicara.
Dia pun menegaskan, sebelum pembagian DPA pada APBD Induk tahun 2026, terlebih dahulu akan dilakukan rotasi dan mutasi jabatan pimpinan OPD.
“Saya akan ganti, saya sudah tau ada Pimpinan OPD yang bikin grup sendiri untuk bikin kabur air, silahkan saja tetapi saya akan ganti, jadi kerja baik dan arahkan staff-mu, jangan bekerja sendiri. Kita berdo’a supaya tahun 2026 tidak lagi efisiensi,” tutup Bupati Bernard.
Diawal arahannya, Bupati Bernard menyampaikan ungkapan syukur, atas sukses terselenggaranya Perayaan 1 Abad Nubuatan Dominee Izaak Samuel Kijne di Tanah Peradaban Orang Papua, di Bukit Aitumeire, Kabupaten Teluk Wondama.
Dia berterimakasih, kepada masyarakat Mansel, baik Umat GKI dan de-Dominasi Gereja se-Kabupaten Mansel yang turut serta bersama-sama dalam Perayaan 1 Abad Nubuatan Dominee Izaak Samuel Kijne di Tanah Peradaban Orang Papua. [BOM-R2]
“Tuhan telah berkarya lewat hamba-hambanya di Tanah Papua, dulu laut, gunung dan lembah tidak bersahabat tetapi kini Injil bernubuat, lewat hamba-hamba Tuhan, para pendeta, misionaris, penginjil, dari berbagai pelosok dunia, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih dan kemurahannya atas tanah Papua,” ucap Bupati Bernard.
Untuk itu, sebagai anak Papua, harusnya menejermahkan apa yang sudah dilakukan para leluhur di atas tanah ini, dengan mengucap syukur kepada Tuhan dan bekerja dengan hati untuk membangun tanah dan negeri tercinta ini. [BOM-R2]





















