Manokwari, TP – Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma kembali menyalurkan bantuan pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 32 mahasiswa-mahasiswa asli Papua di STMIK Kreatindo, Manokwari, Rabu (5/11/2025).
Secara simbolis, Wamafma menyerahkan buku Tabungan langsung kepada mahasiswa-mahasiswa yang didampingi oleh orang tuanya dan pihak kampus.
Dalam sambutannya, Ketua Komite III DPD-RI, Filep Wamafma mengisakan awal mula dirinya termotivasi dengan dunia pendidikan, karena faktanya anak-anak Papua ingin sekolah tetap tidak ada jaminan untuk model untuk kuliah.
“Kalau di luar Papua, orang tua sudah siapkan uang. Selesai SMA bukan anak yang bertanya, tapi orang tua langsung tanya mau kuliah dimana, di Jakarta atau diluar negeri, kami siap,” ujar Wamafma.
Dikatakan Wamafma, kalau orang Papua berbeda, kalau anak perempuan sampaikan ingin kualih, pastinya orang tua akan sampaikan kalian perempuan jadi tinggal saja di rumah, karena bapak dengan ibu hanya petani dan nelayan.
“Pasti ketika kalian mendaftarkan diri di STIMIK pasti orang tua sudah mulai berpikir, bagaimana membayar uang kuliah kalian. Pasti orang tua kalian berupaya dengan caranya dan siang maupun malam tidak bisa tidur dan berpikir bagaimana kalian bisa kuliah, karena kuliah dapat mengubah nasip kalian,” ujar Wamafma.
Diungkapkan Wamafma, ada anak-anak Papua yang tidak bisa kuliah, karena waktu ekonomi dari orang tua. Ada juga anak-anak yang putus kuliah sebab orang tua mereka tidak mampu, tapi ada juga yang memutuskan untuk bekerja dulu baru kuliah.
Hal-hal seperti ini, sambung Wamafma, yang terjadi di tanah Papua. Karena itu, hal ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk bagaimana agar anak-anak Papua yang Tuhan memberikan kesempatan untuk menduduki jabatan politik di negara ini dapat melakukan sesuatu yang berdampak dan bermanfaat untuk adik-adik, anak-anak Papua.
Sehingga, tegas Wamafma, suatu ketika adik-adik mahasiswa ini dapat berdiri dan menjadi tuan dan nyonya menjadi tuan di negara ini, agar kalian juga bergumur untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Papua terkait Pendidikan, Kesehatan dan persoalan lainnya yang hari ini terjadi di Tanah Papua.
“Jadi tujuan dari kuliah adalah untuk mengubah nasip kalian. Beasiswa ini saya jalan minta di sejumlah Kementerian di Jakarta, karena adik-adik saya banyak yang tidak bisa sekolah, akhirnya Menteri menjawab itu,” terang Wamafma.
Untuk itu, lanjut Wamafma, beasiswa KIP ini dirinya serahkan ke seluruh perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri yang ada di Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan termasuk anak-anak Papua yang kuliah di luar tanah Papua.
“Saya tidak punya tujuan atau motivasi untuk urusan politik. Tapi, bahagianya saya, ketika suatu saat saya tidak lagi mendapatkan jabatan, tetapi anda mendapatkan saya di pinggir jalan dan menyampaikan saat ini saya berhasil karena berkat beasiswa yang bapak berikan kepada saya,” ujar Wamafma yang juga Ketua STIH Manokwari.
Menurutnya, beasiswa ini merupakan alat untuk membuka masa depan. Gunakan dengan bijak, kuliah dengan sungguh-sungguh, dan bahagiakan orang tua kalian.
Ia juga berpesan kepada pihak kampus dan orang tua agar ikut mengawasi pemanfaatan beasiswa, sehingga tepat sasaran dan memberikan hasil nyata bagi pendidikan mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut, pihak kampus diminta agar dapat menyiapkan data mahasiswa calon penerima KIP untuk tahun ajaran berikutnya agar proses pengusulan dapat dilakukan lebih awal, tandas Wamafma.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STMIK Kreatindo Manokwari, Yames J. Batkunde, menyampaikan apresiasi kepada Senator Filep atas kepeduliannya terhadap pendidikan generasi muda Papua.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Filep Wamafma karena telah memperjuangkan mahasiswa kami untuk menerima KIP. Kami berharap tahun depan kuota bagi kampus kami dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Batkunde mengatakan, sebagian besar penerima KIP dari kampus tersebut adalah mahasiswa Orang Asli Papua (OAP).
“Sekitar 90 persen dari penerima KIP yang kami usulkan adalah mahasiswa OAP,” singaktnya.
Hal senada juga disampaikan, Salah satu orang tua mahasiswa penerima KIP, Edekta Hana Pardjer, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
Ia menilai program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
“Terima kasih kepada Bapak Filep karena sudah memperjuangkan beasiswa untuk anak-anak kami. Semoga mereka bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin dan serius dalam kuliah,” tutupnya. [FSM-R5]





















