Bintuni, TP – Kelompok Kerja (Pokja) Papua Cerdas Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) menegaskan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM TB) adalah tempat pelatihan vokasi yang sangat perlu dan dibutuhkan jika ingin Papua maju serta berkembang.
Hal ini dikatakan Ketua Pokja Papua Cerdas BP3OKP Drs. Arius Mofu, M.Pd.l disela-sela kunjungannya ke P2TIM TB Senin (24/11). Selama kunjungan, kelompok kerja ini mendapatkan berbagai informasi dan penjelasan tentang profil P2TIM.
“Ini potensi yang sangat besar dan strategis. P2TIM sebagai pencetak tenaga kerja yang handal dan siap bersaing, tidak hanya dari segi hardskill tapi juga softskill seperti pembentukan karakter dan disiplin,” kata Arius Mofu.
Mereka tak hanya datang berkunjung tapi juga bercengkrama dengan para siswa dan mendapatkan penjelasan dari para trainer terkait materi yang diajarkan kepada para siswa.

Termasuk apa saja program dan kegiatan yang dimulai sejak proses penerimaan, masa pelatihan dan pembinaan sampai penamatan serta informasi bila para alumni yang sudah banyak terserap di banyak perusahaan.
Mereka juga meninjau fasilitas dan kegiatan yang sedang berlangsung di P2TIM termasuk di workshop dimana para trainer menunjukan hasil praktik siswa dan menjelaskan langsung alat dan instrumen yang dipakai selama pelatihan.
“Lembaga pelatihan seperti P2TIM perlu ditingkatkan dan diperluas kapasitasnya. Selain P2TIM, sekolah-sekolah vokasi yang lain juga perlu ditambah, seperti SMK di Bintuni. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar agar Papua bisa cepat maju dan berkembang,”lanjutnya.
Lembaga dan sekolah-sekolah vokasi ini diperlukan Papua seperti halnya juga diperlukan tempat lain di Indonesia.
Menurutnya bahkan negara-negara maju seperti Jepang, China, dan Belanda juga sangat memprioritaskan sekolah vokasi sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan berdampak baik pada ekonomi dan pengembangan daerah.
“Memang kalau perlu kualitas harus ada biaya yang perlu dibayar,” imbuhnya.
Singkatnya P2TIM perlu dilihat sebagai aset berharga milik bersama yang memiliki peran penting dalam percepatan pembangunan SDM tidak hanya di Bintuni dan Papua, bahkan Indonesia.
“Ini adalah hal baik yang sudah ada yang perlu kita lanjutkan dan tingkatkan, bukannya dihilangkan atau dikurangi. Perlu koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaannya agar bisa berjalan lancar, dan untuk itulah tim kerja ini turun dan berkoordinasi,” tutupnya.
Pada akhir kunjungannya tim BP3OKP memberikan masukkan terkait penambahan area P2TIM yang dinilai terlalu kecil untuk menampung potensi besar yang dikelola P2TIM.
Selain itu, perlu adanya penambahan keahlian/jurusan yang diajarkan, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja seperti alat berat, pengelasan dalam air, dan lain-lain, sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar kerja.
Selanjutnya kegiatan ini akan dilaporkan dan direkomendasikan apa adanya kepada pimpinan pusat.[Rls-R3]




















