Manokwari, TP – Sekelompok Pemuda Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, mengagalkan upaya penguburan mayat seorang wanita yang identitasnya belum diketahui, Sabtu (29/11/2025).
Jasad wanita tersebut ditemukan berada di dalam jok belakang mobil jenis Kijang Inova berwarna hitam dengan Nomor Polisi D 1173 GO, yang terparkir di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pasir Putih.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP. Agung G. Samosir mengakui pihaknya sudah menerima laporan atas peristiwa dimaksud. Saat ini, kata Samosir, pihaknya sedang melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

“Kami tindaklanjuti dulu. Sekarang mayat sudah ada di kamar mayat RSUD Manokwari,” kata Samosir kepada wartawan di Polresta Manokwari, Sabtu (29/11/2025).
Kasat Reskrim belum memberikan keterangan lebih lanjut, apakah jasad yang berada di dalam mobil merupakan kasus ketegori penemuan mayat atau pembunuhan. “Ini belum clear antara penemuan mayat atau pembunuhan. Masih sedang dalami, full baket dulu,” terangnya.
Sejauh ini, tambah Samosir, belum ada yang diamankan. Hanya sebatas meminta keterangan dari pemilik mobil yang membawa jasad tersebut. “Belum ada yang diamankan. Kita masih sebatas minta keterangan dulu sama yang punya mobil,” tukasnya.
Sementara itu, saksi Hengki Baransano, mengakui bahwa dirinya melaporkan peristiwa itu ke Buser Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari, setelah melihat kondisi korban dan hendak dimakamkan tanpa menggunakan peti.
Ia menuturkan, dua hari lalu (Kamis 27 November 2025, red) sekitar Pukul 09.00 pagi, ada seorang ibu datang ke rumahnya dan menemui dengan orangtuanya dengan tujuan meminta tolong untuk digalikan liang lahat untuk mengubur jenazah.
“Dua hari lalu, ada seorang ibu datang ke Pasir Putih pakai mobil Maxim dan bertemu dengan ibu saya. Dia minta tolong untuk carikan orang untuk galikan liang. Awalnya, ibu itu keberatan dengan harga Rp.6 juta dengan alasan tidak punya uang, hanya mampu bayar Rp. 2 juta. Lalu, saya ambil keputusan sebagai sesama manusia karena ibu sedang kesusahan makanya saya dan teman-teman tolong galikan liang, dan ibu itu tukar nomor dengan saya,” tutur Hengki kepada wartawan saat ditemui di Polresta Manokwari, Sabtu (29/11/2025) siang.

Lanjut Hengki, tanpa menaruh curiga dan berprinsip menolong sesama manusia yang sedang berduka, maka Hengki dan teman-temannya sebanyak lima orang menerima tawaran menggali liang dengan bayaran Rp.2 juta. Terlebih, sambung Hengki, ibu dimaksud menyampaikan jenazah yang hendak dimakamkan adalah seorang nenek yang dikirim dari Sorong.
“Lalu, kemarin siang (Jumat, red) sekitar Pukul 14.00, ibu itu kembali menghubungi saya dan menyampaikan mau kubur hari Jumat. Tapi, saya bilang tidak bisa karena sudah tengah hari. Akhirnya sepakat hari Sabtu jam 6 pagi. Ibu itu sudah sempat transfer uang makan untuk saya dengan teman-teman yang gali liang,” jelasnya.
Hengki mengutarakan, Jumat sekitar Pukul 03.00 WIT, Sabtu dini hari, ibu tersebut kembali menelepon dirinya dan mengatakan apakah sudah bisa dikubur.
“Saat ibu itu telepon-telepon jam 3 pagi saya tidak angkat. Nanti sekitar jam setengah 5 pagi baru saya telepon balik ibu itu. Ibu dia bilang nanti tolong kubur, ibu sediakan triplek dan tidak pakai peti, saya sempat kaget kenapa tidak pakai peti, tapi karena saya pikir ada kaitannya dengan adat makanya saya bilang adik-adik,” ungkapnya tanpa menaruh curiga apapun.
Lebih lanjut, Hengki menuturkan, dia bersama rekannya sudah menunggu mulai sekitar jam 5 pagi di lokasi liang kubur. Kemudian, jam 6 pagi ibu tersebut menelponnya dan menyampaikan sudah dilokasi TPU Kristen di Pasir Putih dengan menggunakan mobil Inova berwarna hitam.
Ia menerangkan, setelah mendapat telepon bahwa ibu tersebut sudah di lokasi TPU Kristen, Hengky bersama teman-temannya sempat mengatur tempat untuk masuknya mobil jenazah, termasuk mobil atau motor keluarga yang ikut mengantar.
“Tiba-tiba begini ibu itu turun dari mobil dan bilang ke kita untuk angkat jasad dari mobil Inova. Tapi saya bilang tidak, kami tidak punya urusan sampai di situ. Saya penasaran karena awalnya ibu bilang yang mau dimakamkan nenek-nenek akhirnya saya ke mobil,” ungkapnya.
Setelah tiba di Mobil, ungkap Hengki, dirinya melihat ada dua pria, kemungkinan satunya adalah suaminya dan satunya lagi adalah anaknya. Begitu kaca mobil diturunkan, Hengki langsung kaget setelah melihat mayat dibungkus hanya dengan kain yang diletak di jok belakang (bagasi) mobil tersebut.
“Begitu saya lihat mayat di belakang (bagasi) hanya ditutup dengan kain, dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Saya kaget sekali, sampai saya muntah,” tuturnya.
Setelah melihat kondisi jenazah , Hengki sempat meninggalkan lokasi untuk melaporkan hal tersebut kepada salah satu orang tua. Namun, ibu dan dua pria yang berada di dalam mobil juga pergi bersama jenazah di dalam mobil.
“Karena kita gali belum dibayar, saya kembali chat ibu itu untuk mempertanyakan proses selanjutnya bagaimana. Ibu itu balas saya, mereka sedang cari peti dan minta kami bantu kubur,” bebernya.
Ia menambahkan, berselang tidak lama ibu itu datang kembali dengan mobil yang di dalamnya masih terdapat mayat, dan menyampaikan tunggu peti jenazah untuk dimakamkan.
“Mereka datang lagi, parkir dan bilang tunggu peti. Tapi, karena kami takut ada apa-apa makanya telepon polisi. Polisi lalu datang melakukan pemeriksaan dan bawa mereka ke Polresta ,” tukasnya.
Pantauan Tabura Pos di kamar mayat RSUD Manokwari, aroma tidak sedap sudah keluar dari tubuh mayat tersebut. Kain yang digunakan untuk menutupi mayat pun sudah bercampur cairan dari tubuh mayat. Sejumlah anggota Polresta Manokwari lalu melakukan identifikasi.
Sementara itu, pantauan di Polresta Manokwari, ibu beserta dua pria yang diduga suami dan anaknya, begitu juga dengan mobil Inova, sudah diamankan di tahanan Polresta Manokwari. [SDR-R2]




















