Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., menegaskan tidak ada toleransi bagi korupsi dan tidak ada ruang bagi penyalagunaan anggaran di Provinsi Papua Barat. Pemprov Papua Barat harus berdiri paling depan dalam agenda pemberantasan korupsi.
“Kita ingin Papua Barat maju dan kuat. Tetapi kemajuan tidak akan pernah tercapai apabila korupsi masih kita biarkan hidup di sekitar kita. Karena itu, kita teguhkan komitmen bersama tidak toleransi dan ruang penyalahgunaan anggaran di Papua Barat,” ucap Mandacan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) 2025, di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Selasa (9/12) pagi.
Pada kesempatan itu, Mandacan tak lupa mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Papua Barat agar tidak melakukan dan terlibat dalam menyalahgunakan jabatan, kewenangan, atau anggaran.
“Jabatan adalah amanah, bukan sarana memperkaya diri. Saya ingatkan, jangan sekali – kali menyalahgunakan anggaran, jabatan, kewenangan. Gunakan anggaran untuk kepentingan rakyat, bukan pribadi. ASN bersih, pelayanan publuk semakin baik, rezeki yang halal membawa berkah, korupsi membawa petaka,” pungkas Mandacan.
Menurut Mandacan, peringatan Harkodia bukan sekedar sereminoal tahunan, tetapi momentum mengingatkan semua pihak bahwa korupsi adalah musuh bersama, musuh pembangunan dan kemajuan daerah. Korupsi merampas masa depan, memiskinkan masyarakat serta menghambat kesejahteraan rakyat Papua Barat.
Oleh karena itu, keberanian, komitmen dan integritas merupakan kunci untuk pemerintahan yang bersih dan terpercaya .
“Pada momentum Harkodia ini, saya ingin mengajak Kejaksaan, Kepolisian, KPK, BPK, BPKP, Inspektorat Daerah serta seluruh perangkat daerah, untuk terus meningkatkan sinergi. Jangan ragu mengingatkan, jangan takut menindak, dan jangan berhenti melakukan edukasi anti korupsi kepada ASN maupun masyarakat,” pinta Mandacan. [FSM-R2]




















