Manokwari, TP — Bupati Manokwari, Hermus Indou melantik Bunda Literasi dan kepengurusan Kabupaten Manokwari periode 2025-2030, di Auditorium PWKI Papua Barat, Kamis (11/12/2025).
Hermus berpesan, Bunda Literasi dan kepengurusan yang baru harus berbuat sesuatu dan bertanggung jawab untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Gunakan kesempatan hari ini, tidak boleh tunggu. Kerjakan saja sekalipun ada tantangan. Mari kita tinggalkan legacy yang baik untuk Manokwari,” pesan Hermus.
Bupati menekankan, literasi harus bisa dijadikan menjadi motor penggerak utama pembangunan SDM yang berkualitas dan unggul.
“Di Manokwari literasi harus dimaknai secara lebih luas dan mendalam bukan sekedar melek huruf tetapi juga melek ilmu, melek kompetensi, dan melek masa depan,” kata Hermus.
Hermus juga mengingatkan Bunda Literasi melakukan pemerataan program iklusi fokus pada kelompok marginal dan daerah terpencil.
“Mari kita fokus ke daerah perbatasan kita. Kita pastikan literasi inklusi menyentuh mereka,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Hermus mendorong pembelajaran bahasa daerah masuk menjadi bagian penting literasi. Sebab, berdasarkan riset semakin sehari bahasa daerah semakin tergerus, karena lebih dominan bahasa Indonesia dan bahasa asing.
“Saya harapkan bermitra besama-sama untuk mendorong bahasa daerah juga harus bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Bunda Literasi Kabupaten Manokwari, Ny. Febelina Indou pelantikan ini merupakan penegasan komitmen dan langkah awal membangun budaya literasi masyarakat Manokwari yang maju, kritis, kreatif dan berkarakter.
Ny. Febelina menerangkan, literasi hari ini bukan hanya kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah pondasi kemajuan dan membangun cara berpikir, memperluas wawasan dan membentuk karekter generasi yang siap menghadapi tantangan.
“Di Manokwari, Papua Barat, gerakan literasi memberikan makna yang lebih dalam, memberi suara mereka yang tidak terdengar dan membuka peluang bagi mereka yang terpinggirkan dan mengangkat martabat dengan pengetahuan,” ungkapnya.
Sebagai Bunda Literasi, Ny. Febelina Indou menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan bukan hanya sekedar amanah, tetapi panggilan pelayanan.
“Dalam kapasitas yang dipercayakan Bunda Literasi tidak sendirian, kami akan kolaborasi karena kebersamaan akan menghasilkan apa yang menjadi harapan kita sehingga literasi menjadi gerakan bersama,” pungkasya.
Dia mengajak pengurus yang baru dilantik untuk bertanggung jawab terhadap kepercayaan dan amanah yang diberikan. [SDR-R2]




















