Manokwari, TP – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat gelar Silaturahmi Kebangsaan bertema ‘Mempererat Persatuan dan Kesatuan dalam Keberagaman’ di ruang Rapat Kesbangpol Papua Barat, Rabu (17/12/2025).
Pantauan Tabura Pos, Silaturahmi Kebangsaan itu dikemas dalam bentuk diskusi formal dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki kompetensi diantaranya, Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi menyampaikan materi terkait persatuan dan kesatuan dalam keberangaman di Papua Barat.
Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Barat, Drs. Musa Kamudi menyampaikan materi terkait peran FKPT dalam pencegahan paham radikalisme, intoleran dan terorisme di Papua Barat. Sementara materi tentang moderasi beragam di era kemajuan zaman dipaparkan oleh Kabid Agama FKPT Papua Barat, Abraham Yume.
Sedangkan Kabid Perempuan dan Anak FKPT Papua Barat, Yuliana Numberi menyampaikan dengan materi peran serta perempuan dalam isu sender. Kemudian Kabid Media FKPT Papua Barat, Bustam menyampaikan materi tentang peran media dalam membentengi pemuda dari pengaruh negatif teknologi.
Selanjutnya, Ketua DPD Barisan Merah Putih Papua Barat, Samuel Mandowen membawakan materi peran pemuda dalam menghadapi provokasi. Lalu, materi peran dan fungsi Kesbangpol Papua Barat dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Papua Barat disampaikan Sekretaris Kesbangpol, Edison Ompe.
Peningkatan kewaspadaan dini dalam rangka menciptakan kondusifitas daerah disampaikan oleh Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penangangan Konflik, Christian L. Songgo.
Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi mengatakan, sasaran dari kegiatan ini pemuda-pemudi yang berada di organisasi kampus dan organisasi kepemudaan lainnya di Papua Barat.
Dikatakan Maniagasi, kegiatan ini digelar dalam kondisi terbatas, karena menjadi pilot project untuk dilaksanakan di tahun 2026 dengan melibatkan peserta dengan jumlah besar, baik individu maupun kelompok-kelompok kepemudaan.
“Penyampaian materi terkait wawasan kebangsaan, kesatuan bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila ini benar-benar dapat diterima, dihamalkan dan diimplementasikan oleh adik-adik kita yang merupakan generasi muda bangsa,” kata Maniagasi kepada Tabura Pos di sela-sela kegiatan kemarin.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindaklanjuti dari saran dan masukan mahasiswa dan pemuda dipertemuan tarakhir, Dimana mereka memiliki kerinduan untuk mendapatkan pendidikan terkait wawasan kebangsaan dan nilai-nilai luhur Pancasila.
Pembangunan disuatu daerah, baik pertumbuhan ekonomi maupun investasi misalnya di Papua Barat ditentukan oleh stabilitas keamanan di daerah. Salah satu pendukung stabilitas keamanan di daerah tentu melalui pendekatan-pendekatan dalam wawasan kebangsaan, maupun nilai-nilai luhur Pancasila.
“Nilai-nilai luhur ini mengajarkan bahwa, toleransi maupun keberagaman perlu dijaga dan dipupuk terus. Tetapi juga pemuda merupakan unsur penting dalam suatu bangsa yang menjadi duta bagi pemerintah dalam menyuarakan keberagaman itu sendiri,” ujar Maniagasi.
Lebih lanjut, kata dia, pertumbuhan pembangunan di suatu daerah ditentukan oleh stabilitas keamanan tetapi juga peran individu maupun kelompok masyarakat dalam hal ini yang memiliki pemahaman terkait wawasan kebangsaan dan menghamalkan pancasila.
Di tahun berikut, kata dia, kegiatan ini tidak hanya kepada para pemuda tetapi akan diundang organisasi kemasyarakat, keagamaan, maupun organisasi lainnya.
“Sasaran kami kepada pemuda tetapi, jika ada ruang dari sisi pembiayaan, maka kami akan konsentrasi juga kepada organisasi lainnya, baik organisasi berbasis kultur, keagamaan, organiasi Perempuan dalam satu agenda yang sama,” terangnya.
Dirinya berharap, para peserta dapat menangkap pesan-pesan yang disampaikan agar informasi positif ini dapat disebarkan, baik di lingkungan kampus maupun kepada masyarakat secara umum. [FSM-R2]




















