Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, menegaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus kondusif dan aman sehingga perayaan Natal 2025 berjalan dengan penuh damai dan suka cita.
Untuk itu, Gubernur Papua Barat meminta peredaran minuman keras (miras) yang telah diizinkan untuk dihentikan sementara waktu, atau selama suasana perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru (Nataru).
Memastikan tidak ada peredaran miras selama perayaan Natal tahun ini, Dominggus Mandacan M.Si., mengaku telah menghubungi Kapolda Papua Barat, Irjen.Pol. Johnny E. Isir, S.IK, M.T.C.P, Pangdam XVIIII Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru,Kepala Badan Intelijen Negara ( Kabinda ) Papua Barat, Bupati Manokwari, Hermus Indou.
“Tadi, saya sudah komunikasi dengan Kapolda, Pangdam, Kabinda dan Bupati Manokwari, untuk kita bersepekat bersama agar di hari Natal dan Tahun Baru miras stop sementara dulu,” ucap Gubernur disambut tepuk tangan tamu yang meghadiri perayaan Natal TP PKK, Tim Pembina Posyandu dan Deskranada Papua Barat, di Gedung Auditorium PKK, Arfai, Manokwari, Senin (22/12).
Dari komunikasi itu, Gubernur mengungkapkan, Bupati Manokwari sangat merespon baik dan segera melakukan rapat forkopimda di tingkat kabupaten Manokwari, untuk membicarakan pelarangan peredaran miras untuk sementara waktu sampai Tahun Baru selesai.
“Sepakat dan mendukung tidak,” tanya Gubernur disambut teriakan ‘sepakat’ dan tepuk tangan pengurus TP PKK, Tim Pembina Posyandu dan Deskranada Papua Barat, dan tamu yang menghadiri Natal gabungan tersebut.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua Barat memberikan kepada dukungan kepada TNI/Pori, untuk menjaga keamanan Papua Barat yang telah kondusif selama ini. Hal ini diwujudkan dengan memelihara toleransi, kebersaman, persatuan dan kesatuan antar semua suku dan ras yang ada di Papua Barat.
“Indonesia, Papua Barat, Manokwari, adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga dengan hidup rukun dan damai antara semua suku dan ras. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah dan TNI/Polri untuk menjamin keamanan dan ketertiban, serta kedamaian di seluruh Papua Barat,” imbau Gubernur Papua Barat. [K&K-R2]




















