Sorong, TP – Jagung hibrida hasil panen raya warga Kelurahan Klasuat, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat Daya diborong habis oleh Lembaga Pemberdayaan Elang Center (LPEC) Papua Bara Daya, Rabu (7/1/2026).
Ketua Umum LPEC Papua Barat Daya, Nebrianus Kambuaya, mengatakan skema pembelian hasil panen raya langsung di kebun warga ini merupakan salah satu upaya menekan stabilitas harga pasar dengan cara menekan biaya rantai pasokan.
“Ini merupakan salah satu stimulus bagi masyarakat petani. Sebab mereka tidak perlu mengeluarkan biaya angkutan lebih untuk membawa hasil panennya ke pasar. Tetapi kami sebagai pembeli, datang langsung dan petik di kebun,” ujar Nebri.
Menurut Nebri, kehadiran LPEC merupakan wujud rasa persaudaraan kepada masyarakat Kampung Klasuat. Selain itu, pada momen tersebut pihaknya bersama keluarga besar LPEC juga bermaksud untuk menyambangi dan melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat Kelurahan Klasuat yang lokasinya berada di ujung Kota Sorong berbatasan dengan Kabupaten Sorong.
Nebri menambahkan, para petani di wilayah Klasuat masih menghadapi keterbatasan akses pasar sehingga hasil panen kerap tidak terserap secara optimal. Oleh sebab itu, kedatangan LPEC untuk memborong seluruh hasil panen warga sebagai bentuk keberpihakan terhadap produk yang dihasilkan petani lokal.
Ditegaskan, bahwa kegiatan panen raya ini sejalan dengan komitmen LPEC Papua Barat Daya dalam mengawal visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan aman. Ia menilai sektor ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
“Kami ingin Papua Barat Daya ke depan semakin sejahtera dan aman. LPEC akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya di sektor ketahanan dan kemandirian pangan,” pungkasnya. (CR24-R3)




















