Manokwari, TP – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana, M.Si, CGRP, CHCM, CRPP, melalukan tatap muka dengan Forum Komunikasi Suku Nusantara (FKSN) Provinsi Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Billy Jaya itu dihadiri Ketua FKSN Papua Barat, Petrus Makbon dan puluhan Kepala Suku Papua dan Ketua Panguyuban, serta Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol. Hari S. Sembiring, S.IK dan Dirintelkam Polda Papua Barat Kombes Pol Sigit Hariyadi,S.IK, M.H, Kamis (22/1/2026).
Mengawali sambutannya, Sulastiana mengungkapkan kesannya saat pertama kali tiba di Manokwari, Papua Barat. Suata daerah yang memiliki alam yang indah dan nyaman. “Makanannya seperti Papeda cocok juga diperut saya, sampai tiga hari saya makan berturut -turut,” ujar perempuan berpangkat bintang satu itu.
Orang nomor dua di Polda Papua Barat itu mengapresiasi kekompakan yang telah dibangun suku-suku di Papua Barat. Menurut Waka Polda, kehadiran Forum Komunikasi Suku Nusantara sangat penting sebagai jembatan bagi masyarakat guna membangun komunikasi yang baik antar suku, demikian juga komunikasi dengan pihak Kepolisian apa yang perlu diakomodasi dari setiap permasalahan yang terjadi, untuk mencari penyelesaian secara bersama -sama.
” Saya selaku Waka Polda yang baru memohon kiranya dapat diterima sebagai keluarga besar . Kalau ada saran dan masukkan dari kepala suku dan ketua paguyuban yang mau disampaikan pintu kami selalu terbuka, saya siap memfasilitasi sesuai kemampuan dan jejaring yang kami punya. Apakah itu terkait kriminalitas, atau terkait ide -ide yang bisa kita kerjakan bersama untuk membangun Papua Barat,” ungkap Sulastiana.
Ditegaskannya , dirinya berkomitmen dapat mengawal Polda Papua Barat dapat bersih sesuai harapan masyarakat Papua Barat, karena memiliki pengalaman sekitar 5 tahun sebagai Auditor Mabes Polri.
Waka Polda Papua Barat juga membuka diri untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi sesuai displin ilmu yang dimilikinanya seperti terkait resiko rendah maupun berat yang dihadapi suatu perusahaan hingga merekomendasikan solusinya, kemudian peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua Barat.
Sementara itu, Petrus Makbon mengatakan, FKSN Papua Barat menghimpun seluruh suku-suku asli Papua yang terdiri dari 7 wilayah adat dan Paguyuban di tingkat provinsi. Ditegaskan Petrus Makbon, pembentukan forum ini untuk mempermudah dan membantu komunikasi antara suku -suku apalabi terjadi suatu permasalahan.
” Selama ini, kita telah membangun kerja sama yang baik dengan kepolisian, khususnya Dirbinmas. Kehadiran kerukunan ini juga sangat penting untuk membantu pemerintah dan aparat keamanan untuk kita sama -sama menjaga situiasi kamtibmas di seluruh Papua Barat tetap kondusif dan aman,” pungkas Petrus Makbon. {K&K-R2]





















