Manokwari, TP – Selain konsen mengedukasi masyarakat pentingnya budaya tertib berlalulintas. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat, Kombes Pol Arif Bahtiar, S.I.K, M.M, juga fokus terwujudnya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keselamatan Transportasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (Kamseltibcar) di wilayah Papua Barat.
Dirlantas Polda Papua Barat menjelaskan, Kamseltibcar merupakan urat nadi, karena semua aktifitas harus melalui jalan. Kemudian sebagai cermin budaya setiap daerah. Untuk itu, Arif memohon dukungan media turut serta mensosialisasikan pentingnya Kamseltibcar kepada pada masyarakat.
“Dalam kesempatan ini, kiranya rekan-rekan (wartawan,red) bisa menerima warga baru, khususnya warga Manokwari, umumnya warga Papua Barat. Saya juga terbuka apabila ada saran dan masukkan terkait tugas – tugas Lalu Lintas, baik di tingkat Polda maupun Polres se Papua Barat” ucap Dirlantas Polda Papua Barat saat bertatap muka dengan puluhan wartawan di Cafe Manokrom, Manokwari, Senin (26/1) malam.
Namun, lanjut Arif, apabila saran dan masukkan yang belum terakomodir, mohon maaf. Karena sudah barang tentu ada keterbatasan dalam pelaksanaan tugas, akan tetapi tetap diupayakan seluruh saran dan masukkan dari rekan-rekan media dan seluruh elemen masyarakat dapat terjawab, walaupun tidak bisa memuaskan semua pihak.
Dirlantas Polda Papua Barat berharap melalui kemitraan dengan media sebagaimana telah terbangun dengan baik selama ini dapat menjadi ruang diskusi, untuk bersama-sama membahas terkait keselamatan berlalulintas.
“Saya berharap kita tidak hanya ketemu saat ada operasi keselamatan seperti, operasi Ketupat yang akan kita helat mulai pada 2 Februari 2026. Diluar itu, kiranya rekan-rekan dapat meluangkan waktu untuk kita sering diskusi sambil ngopi. Apabila ada yang belum sempat disampaikan, bisa disampaikan saat kita diskusi,” ujar Arif.
Dalam diskusi dua arah itu, sejumlah awak media juga menyampaikan saran dan masukkan kepada Dirlantas Polda Papua Barat dan jajaran seperti, penertiban pelajar yang kerap melakukan pelanggaran saat berkendaraan, penanganan kemacetan saat pagi di Jalaur Jalan Esau Sesa sampai Arfai, upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga penertiban plat kendaraan dari luar Papua Barat. [K&K]





















