Aimas, TP – Suku Moi dikenal sebagai salah satu suku besar yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan Provinsi Papua Barat Daya. Selain jumlahnya yang besar, suku ini juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan menjadi penunjang utama dalam menjaga keharmonisan daerah.
Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Petronela Krenak, menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Suku Moi telah bersama para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, memberikan perhatian serius terhadap penguatan peran adat di Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya pada Rapat Kerja Adat (Rakerdat ) Ke-I Dewan Adat Suku Besar Moi, ia mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk bekerja sama membangun kantor sekretariat Dewan Adat sebagai pusat koordinasi dan penguatan kelembagaan adat Suku Moi.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan adat. Hal ini merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat adat serta mengembalikan harkat dan martabat masyarakat adat Moi.
“Kita akan memperkuat adat kita, kita akan mengembalikan harkat dan martabat kita. Tanah Moi adalah menjadi berkat bagi kita semua dan dari situlah kita berasal,” tegas Petronela Krenak di hadapan peserta rapat.
Ia juga menegaskan bahwa Suku Tehit dan Suku Moi merupakan suku yang baik dan terbuka, yang selama ini menerima semua orang tanpa membedakan latar belakang. Nilai keterbukaan tersebut harus terus dijaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Petronela menyatakan bahwa masyarakat Sorong Selatan akan terus berjuang dan berpartisipasi aktif sebagai anak adat, baik dalam menjaga nilai-nilai budaya maupun mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.
Kegiatan Rakerdat Ke-I Dewan Adat Suku Besar Moi Tujuh Wilayah Hukum Adat Malamoi yang digelar di Hotel Aquarius, Rabu (28/1/2025), diharapkan melahirkan kesepakatan strategis yang bermanfaat bagi masyarakat Moi dan kemajuan Provinsi Papua Barat Daya secara keseluruhan. [MPS-R2]





















