Manokwari, TP – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-171 Tahun 2026, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di Situs Pekabaran Injil, Pulau Mansinam, Jumat (30/1/2026).
Aksi religi dan sosial ini dipimpin langsung Gubernur Papua Barat, Dominggu Mandacan dan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah peradaban di Tanah Papua.
“Sesuai instruksi atau pengumuman yang saya sampaikan sebelumnya. Bahkan, melalui Biro Administrasi Pimpinan, Setda Papua Barat yang disampaikan, maka seluruh jajaran Pemprov Papua Barat hari ini kita kerja bakti,” kata Dominggus Mandacan saat memberikan arahan apel pagi di Pulau Mansinam.
Ditegaskan Mandacan, aksi pembersihan di Pulau Mansinam, bukan hari ini baru dilakukan. Karena setiap tahun menjelang HUT PI Pemprov Papua Barat selalu mengambil bagian untuk pembersihan pulau ini.
Untuk itu, kata Mandacan, sesuai dengan pembagian tugas dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diberikan harus diselesaikan sebelum meranjak ke Manokwari.
“Kalau dikasih patok 2 meter atau 10 meter, harus bersih dan rapi. Kalau belum bersih dan rapi, jangan ke darat dulu, semua bersih dulu baru pulang,” pinta Mandacan.
Setiap OPD sudah dibagikan tugas untuk membersihkan areal pulau ini. Masing-masing sudah tahu tugas dan lokasi pembersihannya, maka usai apel ini langsung menuju lokasi atau titik yang ditentukan.
Pada kesempatan itu, gubernur mengapresiasi jajarannya karena telah datang ke pulau mansinam menumpangi taksi laut dengan biaya sendiri.
Menurutnya, ini merupakan sumbangan bagi masyarakat. “Bayar taksi laut sendiri-sendiri, itu tanggungjawab pimpinan OPD untuk bawahannya.
Dirinya berharap, melalui momen ini selain pihaknya bersihkan Pulau Mansinam. Tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di pesisir dan pulau Mansinam terutama yang mempunyai perahu, tetapi juga masyarakat yang berjualan kelapa atau pinang, silahkan untuk belanja.
“Belanja pinang, belanja kelapa. Supaya tidak usah bawa sirup dari darat. Karena air kelapa adalah air yang sehat dan segar. Yang jelas, masing-masing OPD tanggungjawab lokasi yang sudah ditugaskan,” tandas Mandacan. [*FSM-R2]





















