Manokwari, TP – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-171 di Tanah Papua berlangsung di bawah sorotan tema ‘Pertobatan Mendatangkan Keselamatan’ (Yunus 3:1-10) resmi dipusatkan di depan gedung Gereja atau pendopo GKI Lahairoy, Mansinam, Manokwari, Kamis (5/2/2026).
Ibadah perayaan ini dihadiri oleh pimpinan sinode GKI, Wubernur Papua Barat, Gubernur Papua Barat Daya, Forkopimda Papua Barat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga jemaat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dua penginjil pertama, Ottow dan Geissler, yang menginjakkan kaki di tempat tersebut tepat 171 tahun silam.
Liturgos Ibadah perayaan HUT PI ke-171 dilayani oleh Pdt. M.S. Rumfabe. Sedangkan, pelayan Firman dilayani Pdt. Sadrak Simbiak dengan pembacaan Firman Tuhan dalam Yunus 3:1-10 dengan judul pembacaan ‘Pertobatan Niniwe’
Dalam kotbahnya, Pdt. Simbiak menegaskan, oleh karrna kasih dan kebaikannya sehingga semua umat berkumpul dan melangsungkan ibadah perayaan PI ke-171 Tahun di Pulau Mansinam.
“Ibadah Perayaan HUT PI ini bukan sekedar serinoni. Tetapi perayaan di tempat ini menjadi sebuah kesempatan bagi kita yang disediakan Allah, untuk mengalami kuasanya agar kita mengalami keselamatan dari padanya,” terang Simbiak.
Menurutnya, umat GKI di Tanah Papua harus bersyukur karena hari ini saudara berada di pulau ini yang menjadi ‘jantung’ dari Tanah Papua dan menyatakan kemuliahan Allah di tempat ini.
Tempat ini, jelas Simbiak, sebelumnya disebut-sebut para zendeling sebagai tahta iblis, tempat yang gelap dan tempat yang tidak layak untuk didatangi oleh kuasa Tuhan dan dilawat melalui kedatangan kedua zendeling Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam, 5 Februari 1855.
“Dengan Fredo yang tidak akan pernah kita lupa sebagai orang Papua bahwa, dengan nama Tuhan, kami injak tanah ini. Atas kuasa Tuhan segala kuasa di tanah ini di taklukan dan di dalam kuasa Tuhan keselamatan dinyatakan dan pemulihan terjadi di Tanah Papua,” tandas Simbiak.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, peristiwa ini menandai perjalanan panjang penyebaran injil yang dimulai dari 171 tahun yang lalu, telah membawa terang dan transformasi, spiritual bagi masyarakat Papua.
“Kehadiran kita hari ini merupakan wujud syukur dan penghormatan kita kepada para pelopor pekabaran injil yang telah menenamkan benih injil dengan penuh pengorbanan,” kata Mandacan dalam sambutannya usai ibadah perayaan HUT PI ke-171 di Pulau Mansinam.
Ibadah perayaan HUT PI ini, tegas Mandacan, bukan sekedar peringatan serimonial melainkan momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diajarkan melalui pekabaran injil yakni, nilai-nilai kasih, nilai persaudaraan, keadilan dan kemanusiaan yang membentuk karakter masyarakat Papua.
Sebagai Gubernur Papua Barat, dirinya menyaksikan sendiri bagaimana gereja dan komunitas kristen berperan aktif dalam pembangunan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat diberbagai pelosok di tanah Papua.
Dalam konteks Papua modern, menghadapi berbagai tantangan pembangunan mulai dari infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan hingga pemerataan kesejahteraan.
Untuk menghadapi tantangan ini, kata Mandacan, dibutuhkan kekuatan spiritual dan moral yang kokoh, maka gereja sebagai institusi keagamaan yang mengakar selama 171 tahun memiliki peran strategis dalam membimbing umat menuju masa depan yang lebih baik.
“Saya mengajak seluruh komponen gereja untuk terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial dan menjadi garam dan terang bagi masyarakat serta menjadi mitra pembangunan bagi pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di Tanah Papua,” tandas Mandacan. [FSM-R2]




















