Manokwari, TP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui rangkaian kegiatan edukasi keuangan bagi pelajar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rangkaian kegiatan ditutup pada 29 Januari 2026 melalui pelaksanaan OJK Goes to School di SMP Negeri 2 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, dengan tujuan mendorong generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis, Ferdian Ario mewakili Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, mengatakan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah.
“Pemahaman keuangan dan budaya menabung sejak dini merupakan bagian dari pembentukan karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, dan mandiri,” jelas Ario, dalam siaran pers yang diterima Tabura Pos, Selasa (10/2/2026).
Sementara Kepala SMP Negeri 2 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Matianus Dowansiba mengapresiasi kegiatan edukasi keuangan di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini memberikan nilai tambah nyata dalam membekali siswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan inklusi keuangan, kegiatan di SMP Negeri 2 Ransiki dirangkai dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang diikuti secara luring oleh sekitar 200 siswa-siswi maupun tenaga pendidik.
OJK Goes to School dan Edukasi UMKM di Teluk Bintuni sebelumnya, 28 Januari 2026, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama TPAKD Kabupaten Teluk Bintuni mengadakan edukasi keuangan di SMA Negeri 1 Bintuni dan Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelajar, sekaligus memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Teluk Bintuni.
Pada kesempatan itu, Ferdian Ario menekankan pentingnya menanamkan pemahaman keuangan dan budaya menabung sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter siswa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala SMA Negeri 1 Bintuni, Dorkas Adolfina mengatakan, edukasi keuangan itu relevan dengan kebutuhan generasi muda yang semakin melek teknologi dan dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan penting bagi para siswa untuk memahami pengelolaan keuangan dan menumbuhkan budaya menabung sebagai bekal dalam mendukung pendidikan maupun menyiapkan diri untuk memulai usaha.
Serangkaian kegiatan di Teluk Bintuni dilanjutkan dengan edukasi keuangan bagi pelaku UMKM di Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama yang dirangkai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan sebagai wujud konkrit peningkatan akses pembiayaan.
Ketua Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama, Ismi N. Silaratubun mengapresiasi inisiatif OJK yang dinilai strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas pelaku usaha kecil di Kabupaten Teluk Bintuni.
OJK akan terus memperluas dan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya serta terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. [*SDR-R1]




















