Manokwari, TP – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma mendorong pemerintah pusat memberikan beasiswa afirmasi khusus kedokteran bagi putra-putri Papua. Langkah ini dinilai krusial guna mengisi kebutuhan tenaga spesialis di 24 rumah sakit baru yang dijadwalkan rampung di Tanah Papua pada tahun 2029 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Wamafma dalam Rapat Kerja (Raker) Komite III DPD-RI bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beragendakan persialan strategis sektor kesehatan, khususnya di Tanah Papua yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Dikatakan Wamafma, dalam Raker tersebut salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana pembangunan 24 rumah sakit baru di seluruh wilayah Papua pada periode 2025–2029.
Menurut Wamafma, agenda pemerintah tersebut dan menekankan pentingnya kebijakan afirmasi untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, terutama tenaga dokter.
“Dalam rapat dengan Pak Sekjen, ada dua isu utama yang menjadi kesepahaman bersama, yakni soal sarana-prasarana dan sumber daya manusia tenaga kesehatan,” ujar Wamafma dalam pers release yang di terima Tabura Pos via WhatsApp gruop Senator Papua Barat, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pembangunan rumah sakit akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua. Namun, kehadiran fasilitas kesehatan baru tersebut harus dihimbangi dengan ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi komitmen Kemenkes membangun 24 rumah sakit di Tanah Papua. Infrastruktur ini sangat penting, tetapi harus sejalan dengan pembangunan SDM nakes, khususnya dokter. Karena itu, Kemenkes akan mengagendakan program beasiswa afirmasi khusus bagi putra-putri Papua,” jelasnya.
Di tahun ini pihaknya bersama anggota DPD RI akan mengidentifikasi potensi putra-putri asli Papua di daerah masing-masing. Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat, klaim Wamafma.
“Kita akan memaksimalkan potensi anak-anak Papua untuk memenuhi kebutuhan dokter, terutama melalui jalur beasiswa Kemenkes untuk spesialisasi. Ini bagian dari komitmen kami agar kehadiran negara benar-benar memberi dampak nyata, bukan semata bergantung pada dana Otsus,” tegasnya.
Disamping itu, lanjut Wamafma, dirinya berencana melakukan pendataan kebutuhan dokter spesialis di Papua Barat dan wilayah Papua lainnya. Data tersebut nantinya akan direkomendasikan kepada Kemenkes sesuai dengan syarat dan standar beasiswa yang ditetapkan.
“Kami berharap anak-anak Papua yang mendapat beasiswa ini nantinya kembali dan mengabdi sepenuhnya untuk Papua,” harap Wamafma.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD-RI daerah pemilihan (Dapil) Papua Barat ini turut mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memberikan beasiswa bagi dokter-dokter di Papua.
Wamafma menilai, perjuangan di sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmennya, selain advokasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa.
“Kita harus mengedepankan putra-putri asli Papua. Saya sudah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota agar kolaborasi ini berjalan baik, sehingga kita bisa menyiapkan dokter spesialis sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” pungkas Wamafma. [*FSM-R5]




















