Dorong Mediasi dan Pendekatan Persuasif
Sorong, TP – Angka kejahatan yang dilakukan oleh oknum masyarakat di Kota Sorong dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, menyatakan keprihatinannya dan meminta agar setiap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui jalur mediasi.
Menurutnya, pihak-pihak yang terlibat dalam aksi maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat perlu segera dipertemukan guna mencegah persoalan melebar dan menimbulkan dampak sosial yang lebih luas, terlebih dalam suasana Bulan Suci Ramadan.
“Kita minta supaya para pihak yang terlibat bisa dipertemukan dan dimediasi, supaya persoalan tidak melebar, apalagi dalam suasana bulan suci Ramadan saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah,” ujarnya.
Nasrau menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan agenda pembangunan di Papua Barat Daya, sembari menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Sorong.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk meninjau infrastruktur maupun faktor-faktor lain yang diduga menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan.
“Kita tentu akan turun ke masyarakat untuk melihat infrastruktur atau apa yang kurang sehingga menyebabkan persoalan itu terjadi. Bagian-bagian tersebut akan coba kita bantu melalui kebijakan yang dimiliki pemerintah,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap pendekatan dialog dan kebijakan yang tepat dapat menekan angka kejahatan serta menjaga kondusivitas daerah selama Ramadan dan seterusnya. [CR30-R2]





















