Manokwari, TP- Pemerintah Provinsi Papua Barat menyerahkan satu unit bus kepada SMA Keberbakatan Olahraga Papua Barat di Kampung Susweni, Jumat (20/2/2026). Bus berkapasitas 40 penumpang tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dan latihan.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta agar kendaraan tersebut dimanfaatkan secara maksimal serta dirawat dengan baik.
“Saya harap bus ini dijaga dan dipercayakan kepada sopir yang berpengalaman. Perawatan harus dilakukan secara rutin agar bus tidak cepat rusak,” ujar Dominggus.
Ia menegaskan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan sekolah unggulan yang diproyeksikan mencetak sumber daya manusia berkualitas, baik di bidang akademik maupun prestasi olahraga tingkat nasional hingga internasional. Menurutnya, pemenuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, termasuk pada Sekolah Taruna Kasuari Nusantara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba menjelaskan bahwa pengadaan bus senilai Rp1,3 miliar tersebut bersumber dari pergeseran anggaran tahun 2025, di mana 50 persen anggaran perjalanan dinas dialihkan untuk mendukung program prioritas, termasuk Papua Barat Cerdas.
Bus yang didatangkan dari Surabaya itu sempat mengalami keterlambatan pengiriman karena kendala transportasi laut. “Bus baru tiba di Manokwari pada 11 Februari setelah kami mendapatkan kapal yang sesuai untuk mengangkutnya,” katanya.
Barnabas mengungkapkan, pengadaan bus dilatarbelakangi kondisi siswa yang sebagian besar belum tinggal di asrama dan harus menggunakan ojek setiap hari untuk berangkat sekolah dan mengikuti latihan.
“Pagi mereka datang belajar, sore kembali ke lapangan untuk latihan. Biaya transportasi menjadi beban tambahan bagi siswa,” ucapnya.
Selain layanan antar-jemput, Dinas Pendidikan juga merencanakan pembukaan pola asrama bagi siswa SMA Keberbakatan Olahraga pada tahun 2026. Pemerintah provinsi didorong memastikan pemanfaatan bus berjalan optimal, disertai sistem pengelolaan, perawatan, serta evaluasi berkala agar program peningkatan kualitas pendidikan olahraga tidak bersifat parsial dan seremonial. [K&K-R2]




















