Manokwari, TP — Bupati Manokwari, Hermus Indou memastikan pendidikan gratis bagi jenjang pendidikan SD sampai SMA dan SMK negeri maupun swasta di Manokwari, tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Ia mengatakan, pendidikan gratis yang dijalankan melalui implementasi program Bantuan Operasional Daerah Manokwari (Bosdama).
Dijelaskan Indou, skema pembiayaan melalui Bosdama, meliputi menanggung biaya yang kebutuhan untuk operasional sekolah, termasuk guru-guru honorer.
“Pendidikan gratis, pemerintah siapkan Bosdama yang membiayai seluruh kebutuhan operasional, semua biaya pendidikan, termasuk SPP, kita tuntaskan, termasuk guru-guru honorer,” kata Hermus kepada wartawan di SMA Negeri 1 Manokwari, Selasa (31/3/2026).
Ia mengungkapkan, sumber anggaran program Bosdama telah disiapkan melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Lebih lanjut, dijelaskan Indou, implementasi program Bosdama, yaitu anggaran pendidikan dihitung per peserta didik dan disalurkan langsung ke sekolah untuk membiayai seluruh program yang ada.
“Setiap siswa kita hitung, kemudian anggaran itu disalurkan langsung ke sekolah untuk membiayai seluruh program yang ada,” terang Hermus.
Bupati menegaskan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Program pendidikan gratis ini juga berlaku bagi seluruh masyarakat yang berdomisili di Manokwari, tidak hanya untuk Orang Asli Papua (OAP). Sehingga, tidak terjadi diskriminasi.
Indou menegaskan, sekolah agar tidak melakukan pungutan lagi. Jika masih ditemukan, masyarakat diminta melaporkannya ke pemerintah daerah.
Ditambahkannya, kebijakan ini sudah diperkuat melalui peraturan daerah yang disusun bersama DPRK Manokwari sebagai dasar pelaksanaan pendidikan gratis.
“Pemerintah daerah sudah berjuang bersama DPRK untuk menerbitkan peraturan daerah tentang pendidikan gratis di Kabupaten Manokwari,” pungkasnya. [SDR]




















