Manokwari, TP – Hujan deras yang mengguyur Kota Manokwari, Selasa (7/4), menyebabkan banjir yang merendam sejumlah wilayah, termasuk kawasan Wosi dan sekitarnya. Bencana ini dinilai berdampak langsung terhadap pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan yang saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menanggapi hal tersebut, Ombudsman mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan agar berperan aktif memastikan kesiapan pelaksanaan ujian. Hal ini dilakukan agar tidak ada siswa SD maupun SMP yang terhambat mengikuti TKA akibat kondisi cuaca dan lingkungan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui instansi teknis seperti BPBD dan Dinas PUPR diminta menindaklanjuti situasi ini dengan baik guna mencegah terulangnya banjir di masa mendatang.
Kepala Ombudsman Perwakilan Papua Barat, Atkana, menekankan pentingnya evaluasi bersama pascabencana. Menurutnya, masyarakat perlu dibangun kesadarannya untuk hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air.
“Kita belajar dari pengalaman ini untuk kehidupan yang lebih baik di kemudian hari,” ujarnya kepada media ini, Rabu (8/4) sore.
Tak hanya itu, penataan bangunan juga menjadi sorotan. Atkana meminta agar setiap pembangunan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sah. Hal ini penting untuk menghindari bangunan liar yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan banyak pihak.
“Pastikan bangunan yang dibangun memiliki IMB yang baik guna menghindari dampak lingkungan yang merugikan kita bersama,” pungkasnya. [K&K-R2]




















