Ransiki, TP – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), hingga kini belum rampung dan terkesan terbengkalai. Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, mengakui proyek tersebut terkendala masalah anggaran dan status tanah ulayat.
Hal itu disampaikan Dominggus saat kunjungan kerjanya ke Ransiki, Kamis (2/4). Menurutnya, Pemprov Papua Barat berkomitmen menyelesaikan BLK tersebut, namun ada dua masalah utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Saya akan ketemu dengan Bupati Mansel lagi untuk membicarakan hal itu,” ujarnya.
Dominggus menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 dan 2026 menjadi salah satu faktor penghambat. Selain itu, persoalan hak ulayat atas lokasi pembangunan juga belum tuntas sepenuhnya.
Ia berharap adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk menormalisasi nilai APBD sesuai kebutuhan daerah. Jika anggaran mencukupi, penyelesaian hak ulayat dan pembangunan BLK akan menjadi prioritas utama.
Gubernur yang juga Kepala Suku Besar Arfak ini menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan BLK Oransbari sebelum mengakhiri masa jabatan periode kedua.
Menurutnya, kehadiran BLK sangat penting untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang memiliki keahlian dan keterampilan khusus, sehingga mampu bersaing di dunia kerja. [BOM-R2]




















