Manokwari, TP – Polda Papua Barat sedang menyelesaikan tahap seleksi penerimaan calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 dengan kategori reguler atau umum.
“Kita sedang seleksi Bintara Polri dan bersifat regular, artinya tidak ada kekhususan. Kalau yang lalu, ada istilah Noken, Otsus, program itu belum ada.
Sementara yang sedang berjalan bersifat reguler,” kata Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare kepada para wartawan di Mansinam Beach Hotel, Rabu (15/4/2026).
Ia mengungkapkan, kuota yang diterima Polda Papua Barat kurang lebih 200 orang dan yang mendaftar sebanyak 2.000 pendaftar lebih.
Ditegaskan Kapolda, dirinya sudah menekankan kepada panitia tidak memberi janji atau harapan untuk meloloskan calon siswa (casis) tertentu, dengan iming-iming tertentu, seperti membayar dan sebagainya.
“Itu semua penipuan. Saya mau sampaikan dari orangtua yang anaknya lulus, lalu membayar, sebenarnya itu dia rugi, karena anaknya lulus karena benar-benar hasil kerja keras dan pantas lulus,” imbau Papare.
Ia mempersilakan bila ada panitia yang kedapatan meminta iming-iming meluluskan salah satu casis untuk melapor ke Propam.
“Kalau ada anggota polisi, siapapun, baik itu panitia yang menjanjikan, segera lapor, karena ada nomor aduannya di banner-banner yang dipasang,” ungkapnya.
Kapolda mengimbau para orangtua jangan mempercayai ketika ada oknum polisi yang datang menawarkan diri bisa membantu meluluskan anaknya.
“Kalau nanti anak tidak lulus baru bilang sudah tertipu bayar sekian, berarti orangtua juga ikut saya periksa, karena sama-sama kerja sama. Tapi harapan saya, orangtua casis tidak tertipu hal-hal seperti itu,” pesan Kapolda.
Papare pun berharap kerja sama dengan para orangtua yang anaknya sedang mengikuti seleksi anggota Polri di Polda Papua Barat. “Kita tentu ingin hasil yang terbaik,” ujar Kapolda.
Dirinya mengimbau para peserta bersaing secara sehat dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki untuk mendapat nilai baik.
“Kalau hebat di akademik, maka nilainya harus tinggi. Begitu juga kalau hebat di psikologi dan kesamaptaan supaya nilai bisa saling mendukung, karena semua tahap punya bobot nilai masing-masing,” pungkas Kapolda. [SDR-R1]




















