• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home PAPUA BARAT

Dinas TPHbun Papua Barat Gelar Rakornis Perencanaan Tahun 2026

AdminTabura by AdminTabura
23/04/2026
in PAPUA BARAT
0
Dinas TPHbun Papua Barat Gelar Rakornis Perencanaan Tahun 2026

Staf Ahli Gubernur Papua Barat, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency Titty L. Wyzer didampingi Kepala Dinas dan Sekretaris TPHbun saat membuka Rakornis Perencanaan Pembangunan Pertanian Papua Barat, Kamis (23-24/4/2026). TP/FSM

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP  – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHbun) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 23 hingga 24 April 2026, dengan mengusung tema “Arah Pembangunan Pertanian Papua Barat yang Terencana, Terpadu dan Berkelanjutan”.

Acara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency Titty L. Wyzer, yang membacakan sambutan Gubernur Dominggus Mandacan. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan pertanian menjadi prioritas utama yang selaras dengan misi pemerintah daerah periode 2025-2029, yakni mewujudkan sektor pertanian yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan. Hal ini didukung oleh potensi sumber daya lahan yang sangat luas serta peluang besar untuk mengembangkan berbagai komoditas unggulan,” ujar Nency mewakili Gubernur.

Pembangunan di sektor ini diarahkan untuk menciptakan sistem pertanian yang produktif, inklusif, dan berbasis pada keunggulan lokal. Fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.

Komitmen tersebut dipertegas melalui pertemuan strategis antara Gubernur dengan Menteri Pertanian, yang menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk segera ditindaklanjuti, meliputi: perluasan lahan cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan seperti kakao, pala, kopi, dan kelapa dalam, serta pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalan usaha tani dan jaringan irigasi.

Selain itu, akan disalurkan bantuan benih unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian (Alsintan), serta pengembangan hilirisasi produk berbasis potensi daerah, salah satunya pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku etanol.

“Untuk merealisasikan program-program besar ini, diperlukan langkah yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Data pendukung seperti potensi lahan, jenis komoditas, hingga profil petani harus tersedia secara akurat sebagai dasar perencanaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nency juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi. Di antaranya adalah persaingan penggunaan lahan untuk pertanian dengan sektor lain seperti pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta kebutuhan pangan yang terus meningkat namun harus diimbangi dengan ketersediaan produksi yang stabil.

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah risiko masuknya hama dan penyakit akibat arus barang dari luar daerah, serta masih terbatasnya penerapan teknologi dan inovasi di tingkat petani yang membuat daya saing produk lokal masih perlu ditingkatkan.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk melalui modernisasi sistem budidaya hingga pengolahan hasil panen. Tujuannya agar produk pertanian lokal mampu bersaing di pasar dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha.

“Kami berharap melalui rakornis ini tercipta persamaan persepsi, keterpaduan antar program, serta komitmen bersama. Sehingga cita-cita mewujudkan pertanian Papua Barat yang maju, mandiri, dan berkelanjutan dapat segera tercapai,” pungkasnya. [FSM-R2]

Previous Post

Apresiasi Langkah UAS Alihmedia ke Sertipikat Elektronik, Menteri Nusron: Demi Keamanan dan Kemudahan Masa Depan

Next Post

Polisi Buru 7 DPO Penembakan Dua Prajurit Marinir di Maybrat

Next Post
Polisi Buru 7 DPO Penembakan Dua Prajurit Marinir di Maybrat

Polisi Buru 7 DPO Penembakan Dua Prajurit Marinir di Maybrat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!