Bintuni, TP – Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olhraga (Disdikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM, membantah keras pemberitaan yang menyatakan adanya keterbatasan tenaga pengajar di Kampung Sibena Permai, Distrik Tuhiba.
Menurutnya, informasi yang dimuat salah satu media online pada Kamis (23/4/2026) tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan data dan pemantauan instansinya, jumlah guru di wilayah tersebut justru sudah mencukupi bahkan tergolong memadai.
“Guru di sana sudah banyak. Jadi jika ada yang menyatakan masih kekurangan tenaga pengajar, itu sama sekali tidak benar,” tegas Henry.
Ia menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi satuan pendidikan di daerah tersebut bukanlah minimnya tenaga pendidik, melainkan jumlah siswa yang masih terbatas. Hal ini dikonfirmasi berdasarkan laporan resmi dari kepala sekolah dan hasil verifikasi tim teknis di lapangan.
“Kendalanya justru berbanding terbalik, yaitu jumlah murid yang masih sedikit. Sehingga rasio guru dan siswa saat ini sudah sangat ideal untuk proses belajar mengajar,” jelasnya.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi aspirasi warga yang disampaikan kepada Anggota DPRK Ma’dika saat reses di Sibena Permai, Rabu (22/4/2026). Saat itu warga mengeluhkan kurangnya guru, minimnya sarana prasarana, dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Henry menyayangkan adanya informasi yang tidak berdasar data valid, karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia menekankan peran penting media untuk menyajikan berita yang akurat dan berimbang.
“Kami berharap informasi yang disampaikan selalu berdasarkan fakta dan data, agar tidak menimbulkan polemik yang tidak perlu di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Disdikpora tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh penjuru daerah, termasuk wilayah terpencil. Seluruh kebijakan dan program yang disusun akan selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan.[CR25-R2]




















