Sorong, TP – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat langkah memperluas perlindungan sosial bagi seluruh pekerja di Tanah Air. Kali ini, lembaga tersebut menjalin kerja sama strategis dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan dalam rangkaian acara Puncak Dharmasanti Nasional 2026, yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, bersama Ketua Umum PHDI, Wisnu Bawa Tenaya. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh elemen di lingkungan komunitas Hindu, mulai dari pengurus organisasi, umat, hingga rohaniwan.
Agung Nugroho menyatakan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran sangat penting dalam menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat perlindungan kerja. Oleh sebab itu, kerja sama ini menjadi jalan efektif menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum tercakup program perlindungan.
“Melalui sinergi yang terjalin, kami ingin memastikan seluruh elemen di lingkungan keagamaan mendapatkan akses jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Agung.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi kegiatan edukasi, sosialisasi, hingga pendaftaran kepesertaan, baik bagi pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah atau pekerja informal. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menggalakkan inisiatif Tempat Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagai langkah percepatan penambahan peserta di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sorong, Iguh Bimantoroyudo, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pendekatan melalui komunitas keagamaan menjadi strategi yang sangat relevan dan efektif, khususnya di wilayah Papua Barat Daya. Metode ini dinilai mampu menjangkau para pekerja di sektor informal yang selama ini masih banyak belum terdaftar sebagai peserta.
“Di daerah kami, pendekatan berbasis komunitas dan keagamaan sangat tepat sasaran. Kami optimistis kerja sama ini akan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menambah jumlah peserta baru, khususnya dari kalangan pekerja informal,” jelas Iguh.
Rangkaian kegiatan Dharmasanti Nasional 2026 sendiri telah berlangsung sejak Januari hingga April 2026, dengan melibatkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia melalui berbagai aktivitas sosial, spiritual, dan edukatif. Keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam momen besar ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan perlindungan lintas sektor dan kelompok masyarakat.
Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perlindungan sosial yang inklusif, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pekerja dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. [CR24-R2]




















