Manokwari, TP – Setelah proses Pembangunan kurang lebih 9 tahun, sejak 2017-2026, akhirnya Gedung gereja baru Jemaat GKI Agape, Wosi, Kabupaten Manokwari, diresmikan.
Peresmian dan pentahbisan dilakukan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari, Hermus Indou, dan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, Minggu (26/4/2026).
Pembangunan gedung ini menelan anggaran kurang lebih Rp17,7 miliar lebih, wujud kerinduan jemaat GKI yang dulunya bernama jemaat GKI Adonia, dalam rangka pembinaan iman.
Menurut Andrikus Mofu, peresmian dan pentahbisan gedung gereja baru jemaat GKI Agape, Wosi adalah peristiwa atas kebesaran Tuhan.
“Saya yakin warga jemaat GKI Agape sangat bersuka cita karena memiliki gedung gereja baru ini,” katanya.
Diutarakannya, gedung gereja baru jemaat GKI Agape, Wosi adalah gedung yang megah dan wow, dengan jumlah 180 kepala keluarga (KK) dan 660 jiwa yang tercatat sebagai jemaat. Untuk jemaat, harus senantiasa bersekutu mendengar firman Tuhan, bersekutu dalam sakramen, pelayanan, dan berbagi dengan kasih.
Dirinya berpesan agar ke depan, dengan gedung gereja yang besar, megah, dan wow ini, jemaat yang hadir lebih banyak. Jika yang belum datang beribadah dan belum terdata, kata Mofu, wajib dipanggil beribadah di sini dan wajib dalam tugas pekabaran Injil.
“Ini penting supaya jangan sampai gedung yang sudah dibangun megah, mewah, dan luar biasa, jemaat yang hadir sedikit,” pesannya.
Gubernur menjelaskan, berdirinya sebuah gedung gereja bukan sekedar penanda fisik semata, tetapi symbol nyata dari iman yang teguh, persatuan yang kokoh, dan kerja keras seluruh warga jemaat yang tidak pernah menyerah.
“Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi pusat pelayanan masyarakat, pusat pendidikan moral, dan karakter serta pilar kekuatan sosial yang menjadi tulang punggung kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Mandacan.
Dirinya berharap kehadiran gedung gereja yang baru mampu menjadi berkat yang nyata, tidak hanya untuk warga jemaat, juga seluruh masyarakat di sekitarnya dan menjadi rumah kasih yang terbuka bagi siapa saja, tempat di mana setiap jiwa dapat menemukan penghiburan, kekuatan, dan harapan dalam Tuhan.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat senantiasa berkomitmen untuk mendukung kehidupan beragama yang harmonis, damai, dan penuh kasih di seluruh wilayah Papua Barat,” katanya. [SDR-R1]




















