Manokwari, TP –Kasus kekerasan yang terjadi di SMAN Taruna Kasuari Nusantara kembali menjadi sorotan. Sejumlah nama yang disebut terlibat diduga di antaranya adalah anak dari oknum pejabat daerah. Menanggapi hal ini, Ketua Paguyuban Angkatan 5 Kelas 10, Markus Waran, menegaskan bahwa proses hukum dan penanganan internal sekolah harus berjalan adil tanpa memandang status sosial.
“Karena ini sekolah unggulan, maka aturan dan prosedur harus ditegakkan secara tegas. Jangan sampai ada perlakuan berbeda hanya karena orang tuanya pejabat, karena itu justru akan merusak citra baik sekolah yang sudah dibangun selama ini,” tegasnya melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2026).
Waran menyatakan bahwa jika terbukti bersalah, siapapun pelakunya harus mendapatkan sanksi yang setimpal. Bahkan, ia menyarankan agar siswa yang terbukti merusak nama baik sekolah dan masa depan teman-temannya lebih baik dikeluarkan saja.
“Jangan sampai ada pembiaran dengan alasan ikatan korsa atau pertemanan, lalu mempengaruhi siswa lain. Kalau anak pejabat justru harusnya memberi contoh yang baik, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini seluruh orang tua sedang menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Setelah ada kepastian, selanjutnya akan dibahas bersama manajemen sekolah sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
“Yang paling penting satu hal, jangan ada tebang pilih. Hukum dan aturan harus berlaku sama untuk semua orang,” pungkasnya.[SDR-R2]




















