Ahli Waris Ungkap Fakta Siswa Selalu Ujian di Sekolah Lain
Manokwari, TP – Keberadaan SD Inpres 45 Arowi yang telah berdiri sejak tahun 1998 disebut-sebut hingga saat ini belum terdaftar secara resmi sebagai aset milik Pemerintah Kabupaten Manokwari. Hal ini diungkapkan salah satu ahli waris pemilik hak ulayat tanah lokasi sekolah, Dorce Awom, dalam pertemuan dengan Bupati Hermus Indou di lokasi, Kamis (30/4).
Menurut Dorce, indikasi tersebut terlihat dari kebiasaan yang berlangsung selama puluhan tahun, di mana seluruh siswa sekolah ini tidak pernah melaksanakan ujian di lingkungan sekolahnya sendiri, melainkan selalu menumpang di sekolah lain.
“Anak-anak kita di sini, bahkan anak bungsu saya yang sekarang sudah kuliah di Sorong pun dulu tidak pernah ujian di sekolah ini. Selalu nebeng di tempat lain. Dari situ saya yakin dan menduga kuat bahwa sekolah ini sebenarnya tidak tercatat dalam daftar aset daerah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dalam pertemuan tersebut Dorce meminta kepada pemerintah daerah agar segera melakukan pendataan resmi, sehingga SD Inpres 45 Arowi tercatat sebagai aset milik pemda.
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan harapan agar sekolah ini dikembangkan menjadi sekolah satu atap, dengan penambahan jenjang SMP. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan akses pendidikan anak-anak di wilayah tersebut, yang saat ini harus menempuh perjalanan jauh menggunakan ojek jika ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau bisa dibuka SMP-nya juga, supaya anak-anak tidak perlu pergi jauh-jauh dan menghabiskan biaya transportasi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti, enggan memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Ia menyatakan perlu melakukan pengecekan dan verifikasi data secara menyeluruh terlebih dahulu sebelum memberikan konfirmasi.
“Saya tidak bisa berbicara secara asal tanpa bukti dan data yang jelas. Nanti saya akan telusuri arsip dan dokumen yang ada, baru bisa kita sampaikan informasi yang akurat kepada publik,” tegas Pardjiyanti saat ditemui di lokasi. [SDR-R2]




















