Manokwari, TP – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, seluruh siswa dan tenaga pendidik SD Negeri 35 dan 05 Sanggeng melaksanakan upacara bendera di halaman sekolah. Kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat pada pagi hari Sabtu kemarin.
Di SD Negeri 05 Sanggeng, upacara dipimpin oleh perwakilan guru, Samuel Sapalo, S.Pd., M.Pd.Gr., mewakili Kepala Sekolah yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan serentak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari. Rangkaian acara dimulai pukul 07.45 WIT dan selesai sekitar pukul 08.10 WIT.
Ditemui awak media Tabura Pos usai kegiatan, Samuel menjelaskan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momen penting yang diperingati di seluruh satuan pendidikan di Indonesia, termasuk di sekolahnya. Tahun ini, peringatan diusung dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Siswa”.

“Seluruh siswa mulai dari kelas I hingga VI mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sesuai instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari. Hal ini menjadi bagian dari upaya menanamkan rasa cinta budaya dan keberagaman kepada anak-anak sejak dini,” jelasnya.
Tak hanya upacara bendera, pihak sekolah juga menggelar kegiatan jalan santai yang mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi, tidak hanya diikuti oleh guru dan siswa, namun juga melibatkan para orang tua murid yang turut berpartisipasi aktif.
Di akhir pernyataannya, Samuel menyampaikan harapan agar momen Hardiknas ini dapat menjadi pengingat bersama akan pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan dukungan yang lebih baik, baik bagi kesejahteraan tenaga pendidik maupun peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan.
“Kami juga mengajak seluruh siswa untuk lebih giat belajar demi meraih cita-cita, serta mengimbau orang tua untuk terus membimbing dan mendampingi putra-putrinya di rumah. Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, namun memerlukan kerja sama erat antara guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.[CR18-R2]



















