Manokwari, TP – Pihak SMA Negeri 2 Manokwari melakukan pelepasan Tahun Ajaran 2026 terhadap 426 siswa-siswi Angkatan 36 ke orangtuanya di aula Kodam XVIII Kasuari, Papua Barat, Sabtu (9/5/2026).
Kepala SMA Negeri 2 Manokwari, Baik Bangun mengatakan, pihaknya mengembalikan siswa kelas 12 yang dinyatakan lulus kepada orangtua atau wali siswa.
“Hari ini kami kembalikan 426 siswa kepada bapak dan ibu wali murid karena dinyatakan lulus. Sebenarnya ada 428, tetapi satu orang mengundurkan diri dan satunya tidak mengikuti proses sampai akhir,” kata Bangun.
Ia mengapresiasi orangtua atau wali siswa yang sudah menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 2 Manokwari sejak berdiri pada 1988. Dirinya pun berharap lulusan SMA Negeri 2 bisa terus berprestasi di mana saja dan meyakini SMA Negeri 2 menjadi salah satu sekolah yang diminati masyarakat, tidak kalah
bersaing di luar sana. “Pesan saya, lulusan SMA Negeri 2 Manokwari, jangan takut berdiri dan bersaing,” pinta Bangun.
Ketua Komite Sekolah, Kaleb Karubaba melalui sekretarisnya, mengucapkan terima kasih untuk para guru dan Kepala SMA Negeri 2 Manokwari yang telah mendidik dan mengajar anak-anak selama 3 tahun.
“Selama tiga tahun anak-anak di sekolah, mengejar cita-cita. Tiga tahun, bapak, ibu guru ada di sekolah, orangtua ada bekerja dan lainnya, tapi ibu guru terus berjuang. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti yang diwakili Kepala Seksi SMA dan SMK, Marinus A. Rumaropen mengucapkan selamat untuk para siswa yang dinyatakan lulus. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang sudah mendidik anak-anak, sehingga bisa menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah pertama.
“Ini sangat penting sekali. Ini suatu perjuangan bersama. Untuk siswa dan siswi yang lulus, ingat, perjuangan belum selesai. Perjalanan masih sangat panjang, teruslah berjuang meraih cita-cita dan masa depan,” ujarnya.
Dirinya pun berpesan untuk para orangtua menjaga dan memperhatikan anak-anak, karena berdasarkan pengalaman, banyak anak yang terlibat dalam pergaulan yang tidak baik. “Terima kasih atas perjuangan bapak, ibu guru, kepala sekolah, orangtua, dan anak-anak sekalian,” katanya. [SDR-R1]




















