Manokwari, TP – Harga sapi mengalami kenaikan harga cukup signifikan di dataran Warpramasi (Warmare, Prafi, dan Masni), Kabupaten Manokwari menjelang hari raya Idul Adha 1447 H, Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Seorang pedagang daging sapi, Sugianto mengakui tentang kenaikan harga sapi menjelang hari raya Kurban. Diakuinya, menjelang hari raya Kurban, pemilik sapi biasanya menjual sapinya dengan harga mahal.
Ia mengatakan, sapi jantan yang biasanya dijual pada kisaran Rp15 juta per ekor, sekarang dijual mencapai Rp17 juta ekor per ekor. “Tergantung dari besar dan kecilnya ukuran sapi yang dijual di sana,” kata Sugianto yang ditemui Tabura Pos di Pasar Wosi, Manokwari, Sabtu (23/5/2026).
Diungkapkan Sugianto, beberapa waktu lalu, dia dan rekannya sesama pembeli sapi sempat menanyakan harga di SP untuk persiapan jelang hari raya Idul Adha. “Memang benar mas, harga sapi untuk saat ini sangat mahal di SP,” ungkap Sugianto.
Ia menambahkan, pada hari raya Idul Adha, dirinya dan beberapa rekannya sesama pedagang di Pasar Wosi ikut ambil bagian bersama panitia untuk memotong sapi.
“Kami dan warga yang tinggal di wilayah Rendani lagi menyiapkan dan membentuk kelompok yang terdiri dari dua kelompok untuk berkurban. Setiap kelompok terdiri dari 7 orang berpatungan dan mengumpulkan dana untuk diberikan ke panitia hewan kurban untuk pengadaan sapi. Sapi yang sudah kita dapat jumlahnya dua ekor. Mudah-mudahan tahun ini, Insya Allah kami ikut berkurban untuk amal dan ibadah kami,” ujar Sugianto.
Meski mengalami kenaikan harga, ia mengaku bersama warga yang berdomisili di sekitar Rendani tetap optimis dan meyakini daging kurban yang dipotong, kemudian dibagikan panitia untuk masyarakat bisa tersalurkan merata, khususnya bagi umat Islam di wilayah Rendani dan sekitarnya. [CR18-R1]




















