Terapkan Sistem In-Out Atasi Keterbatasan Tempat Menginap
Manokwari, TP — Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Papua Barat 2026 memastikan persiapan di berbagai aspek terus dimatangkan menjelang pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026. Ketua Harian Panitia, Jacob S. Fonataba, meyakini ajang empat tahunan tersebut di Manokwari akan berjalan sukses dan lancar.
“Secara prinsip, kami panitia sudah sangat siap menyelenggarakan Pesparawi,” ujar Fonataba kepada wartawan di Sekretariat LPPD Provinsi Papua Barat, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, koordinasi telah dilakukan secara menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Istana Wakil Presiden, Sekretariat Negara, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya guna mendukung kelancaran acara. Di tingkat daerah, kerja sama terjalin dengan Otoritas Bandara Rendani, PT Pelindo, dan PT Pelni untuk menjamin kelancaran kedatangan peserta.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan merespons positif. Kami telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan PT Pelni agar perjalanan peserta, baik lewat udara maupun laut, berjalan aman,” ungkapnya.
Layanan bagi peserta juga disiapkan dengan melibatkan Person in Charge (PIC), Liaison Officer (LO), dan puluhan relawan yang akan mendampingi setiap kontingen. Penyediaan kendaraan angkutan, mulai dari mobil penumpang hingga minibus, juga telah diatur sedemikian rupa.
Berdasarkan data panitia, diperkirakan akan hadir sekitar 8.000 peserta yang terdiri dari peserta lomba, ofisial, konduktor, hingga peserta musyawarah nasional dan pameran dari 37 provinsi di Indonesia. Terkait kapasitas akomodasi yang hanya mampu menampung sekitar 6.000 orang, panitia menerapkan sistem masuk-keluar atau in-out yang telah disepakati seluruh kontingen.
“Peserta datang sesuai jadwal giliran lomba. Misalnya, gelombang pertama untuk lima kategori lomba sebanyak 4.000 orang. Setelah selesai, mereka pulang dan diganti peserta gelombang kedua. Cara ini mengatasi keterbatasan tempat menginap,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah lokasi telah ditetapkan sebagai tempat kegiatan. Pembukaan dan penutupan akan dilaksanakan di Ruang Terbuka Publik Borarsi. Tempat perlombaan dipusatkan di Arfak Convention Hall, lingkungan Polda Papua Barat, Gedung PKK Provinsi, serta Auditorium Rektorat Universitas Papua.
Selain sebagai ajang persatuan dan pengembangan seni vokal gerejawi, Menteri Agama juga berharap Pesparawi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Menanggapi hal itu, panitia telah menyiapkan lokasi pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Plaza Universitas Papua untuk mempromosikan produk unggulan daerah kepada seluruh peserta yang hadir.
“Berbagai produk khas daerah akan ditampilkan agar Pesparawi tidak hanya bermakna secara rohani, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Papua Barat,” tutup Fonataba. [SDR-R1]




















