Manokwari, TP – Rencana relokasi dan pembangunan gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari yang baru di Anday, ditunda lantaran ada kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Adhy Prasetyanto mengatakan, seluruh proses perencanaan awal sebenarnya sudah rampung, termasuk pematangan lahan di lokasi baru dan grand design sudah disiapkan pada 2024.
Diungkapkan Prasetyanto, rencana pembangunan Lapas Kelas IIB Manokwari sebenarnya sudah masuk dalam daftar tunggu relokasi, tetapi karena efisiensi anggaran, maka pembangunannya terpaksa ditunda.
“Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat secara menyeluruh pada 2025 berdampak langsung pada anggaran pembangunan fisik Lapas Manokwari,” kata Prasetyanto kepada para wartawan di kantornya, belum lama ini.
Ia menambahkan, relokasi dan pembangunan gedung Lapas Kelas IIB Manokwari sesuai surat resmi dari Pemerintah Pusat, direncanakan pada 2028.
“Kami sudah terima surat dari pusat bahwa alokasi anggaran akan dilakukan di tahun 2028. Kami upayakan dan berharap saat itu bisa benar-benar terwujud,” ujar Prasetyanto.
Dirinya memastikan pihaknya akan mengawal hal tersebut dan terus menyiapkan seluruh dokumen pendukung untuk diajukan lagi ke pusat.
Diakuinya, penundaan relokasi dan pembangunan gedung yang baru menjadi tantangan berat, mengingat Lapas Kelas IIB Manokwari sekarang sudah jauh melampaui kapasitas.
Prasetyanto merincikan, idealnya Lapas Kelas IIB Manokwari dengan kapasitas menampung 225 orang dan saat ini sudah 457 orang, terdiri dari dari 77 tahanan dan 380 narapidana.
“Jumlah penghuni bulan ini (Juni 2026, red) mencapai 457 orang. Padahal kapasitas hanya untuk 225 orang. Ini jumlah hunian sudah hampir dua kali lipat dari kapasitas yang ada,” ungkap Kalapas. [SDR-R1]




















