Manokwari,TABURAPOS.CO – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), dalam rangka penguatan sinergitas penta heliks untuk edukasi masyarakat terkait bahaya obat tradisional mengandung bahaya bahan kimia (BKO).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPOM Manokwari, Musthofa Anwari yang dihadiri penta heliks dari unsur pemerintah, aparat Kepolisian, pelaku usaha, media dan stakeholder terkait lainnya, di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (01/09).
Kepala BPOM Manokwari, Musthofa Anwari menyampaikan, KIE dilaksanakan untuk bersama-sama menjaga dalam memilih dan menggunakan obat tradisonal yang aman, bermutu dan bermanfaat, serta mengoptimalkan edukasi terkait dengan bahaya obat tradisional yang mengandung BKO kepada orang lain.

Menurutnya, salah satu penyebab masih beredarnya obat tradisional yang mengandung BKO, karena masih adanya permintaan masyarakat terhadap obat tradisional tersebut. Permintaan masyarakat dapat dikaitkan karena kurang pemahaman terhadap bahaya obat tradisional yang mengandung BKO.
“Berkaitan dengan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya obat tradisonal yang mengandung BKO, maka BPOM Manokwari terus melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, namun mengingat peredaran obat tradisional yang mengandung BKO terjadi diseluruh Indonesia, dan penanganannya multidimensi yang berindikasi kepada masyarakat tersebut, maka BPOM juga terus mendorong edukasi dengan melibatkan penta helix dan dilakukan diseluruh Indonesia.
“Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dilakukan edukasi bahaya obat tradisional yang mengandung BKO di seluruh Indonesia dengan penta helix di daerah masing-masing,” kata Musthofa.
BACA JUGA: BPS Papua Barat Butuh 2.000-an Petugas untuk Sukseskan Pendataan Regsosek 2022
Diterangkannya, BPOM Manokwari selaku unit pelaksana tekhnis BPOM di Papua Barat memberikan KIE dengan tujuan untuk menjaga dalam memilih dan menggunakan obat tradisonal yang aman, bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.
Oleh karenanya, melalui kegiatan KIE diharapkan dapat secara aktif memberikan pemahaman, meningkatkan pengetahuan tentang obat tradisional, menyamakan persepsi dan bekerjasama mendukung pelayanan BPOM di Manokwari agar masyarakat di Provinsi Papua Barat dapat terhindar dari bahaya obat tradisonal yang mengandung BKO yang tidak aman dan beresiko terhadap kesehatan.
“Harapan saya melalui ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.
Serangkaian dengan kegiatan ini, BPOM juga melaksanakan pameran terhadap sejumlah obat tradisional yang ditarik penjualannya karena tidak memiliki ijin edar. Selain itu juga dilakukan minum jamu bersama yang disinyalir bermanfaat untuk kesehatan. [AND-R4]




















