Manokwari, TP – Mahasiswa kelompok VIII, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan III, Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) melakukan kunjungan awal ke Kampung Udopi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini bagian dari persiapan pelaksanaan program pengabdian terhadap masyarakat. Kunjungan bertujuan untuk melihat langsung kondisi wilayah, mengenali potensi kampung serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan program kerja selama KKN.
Sebanyak 17 mahasiswa yang terdiri dari 7 mahasiswa Fakultas Hukum dan 10 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, didampingi dosen pembimbing lapangan (DPL), Netty Torano, SE, MM.
Kunjungan para peserta KKN diterima Kepala Kampung Udopi, Marthen Simerbouw, yang mengapresiasi kepercayaan UNCRI menjadikan Kampung Udopi sebagai Lokasi KKN.
Simerbouw berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, juga mampu menghadirkan program yang bermanfaat dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
Dirinya berharap para mahasiswa bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat serta menjadi kenangan terhadap kampungnya.
“Jangan sampai setelah KKN selesai, tidak ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” kata Simerbouw.
Diakuinya, mahasiswa KKN tahun-tahun sebelumnya, meninggalkan hasil yang masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Untuk itu, ia berharap peserta KKN tahun ini mampu melanjutkan semangat pengabdian itu melalui berbagai program yang sesuai kebutuhan warga.
Selain itu, Simerbouw juga memastikan keamanan seluruh peserta selama kegiatan KKN di Kampung Udopi.
“Soal keamanan tidak perlu dikhawatirkan. Selama berada di kampung ini, saya menjamin keamanan seluruh mahasiswa. Kami siap mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan,” katanya.
Diutarakan Simerbouw, Kampung Udopi memiliki sekitar 165 kepala keluarga (KK) dan dikenal sebagai Kampung Nusantara, karena dihuni masyarakat dari berbagai daerah, seperti Toraja, Makassar, Manado, dan suku lain yang hidup berdampingan dengan masyarakat asli Papua (OAP).
Lanjutnya, sebagian besar masyarakat asli Papua di kampung itu bekerja sebagai petani dan hasil pertaniannya dipasarkan ke Pasar Wosi.
Sementara DPL, Netty Torano mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kampung Udopi atas sambutan yang diberikan terhadap mahasiswa. Ia berharap kerja sama antara pemerintah kampung, masyarakat, dan mahasiswa bisa mendukung kelancaran seluruh kegiatan KKN, sehingga mampu memberi manfaat terhadap kedua belah pihak.
“Kami berharap pelaksanaan KKN berjalan lancar dan seluruh program kerja yang direncanakan terlaksana dengan baik serta memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Netty Torani menjelaskan, KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian terhadap masyarakat, sehingga mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat.
Sedangkan Ketua kelompok VIII, KKN Angkatan III UNCRI, Alfri Delima bersyukur atas sambutan dari Pemerintah Kampung Udopi.
Diutarakannya, semua anggota kelompok VIII berkomitmen membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta melaksanakan semua program kerja secara maksimal.
“Kami berharap kehadiran kami diterima sebagai bagian dari masyarakat Kampung Udopi selama KKN. Kami siap bekerja sama, belajar dari masyarakat, dan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai program yang akan kami laksanakan,” klaim Alfri. [*SDR-R1]




















