Manokwari, TABURAPOS.CO – Pengangkatan ratusan guru P3K, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Manokwari, akan melakukan pemerataan guru di setiap sekolah.
Kepala Disdikbud Manokwari Martinus Dowansiba menjelaskan, pemerataan dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, pemerataan dilakukan juga untuk memberikan kesempatan bagi guru P3K agar mendapatkan jam mengajar yang sama dengan guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil.
“Kita saat ini sedang melakukan pemetaan, untuk mengetahui kondisi kebutuhan guru di setiap sekolah,” jelas Dowansiba kepada para wartawan di GOW, akhir pekan kemarin.
Dirinya merasa, jam belajar bagi guru P3K seharusnya sudah sama dengan yang berstatus pegawai negeri sipil.
“Memang sejauh ini ada guru P3K yang mendapat jam mengajar kurang, sehingga kita akan melakukan pemerataan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, setelah dilakukan pemetaan disetiap sekolah, Disdikbud akan mengambil langkah me-rolling sejumlah tenaga guru di sekolah yang terjadi penumpukan ke sekolah yang kekurangan guru.
BACA JUGA: Sebagian Besar Insenerator di Kabupaten Manokwari Belum Mengantongi Izin
“Di sekolah yang terjadi penumpukan guru kita akan rolling ke sekolah yang membutuhkan, yang di rollling yang PNS, untuk P3K biar berproses dulu,” terangnya.
Martinus mengutarakan, dengan adanya penumpukan guru, menyebabkan guru tidak dapat memenuhi 24 jam kerja. Kondisi itu dikarenakan rombel sekolah tak sesuai dengan jumlah guru.
“Setelah mendapatkan data kita sampaikan ke BKD untuk koordinasi dengan pemerintah pusat. Dinas Pendidikan sedang berupaya untuk itu, kami akan terus koordinasi dengan BKD karena ada beberapa sekolah terjadi penumpukan dan ada sekolah yang kosong,” pungkasnya. [SDR-R1]




















