• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Juli 31, 2026
  • Login
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA
No Result
View All Result
Tabura Pos - Akurat dan Cerdas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Polda Papua Barat Siapkan Proses Autopsi terhadap Jasad Presenter TVRI Papua Barat

AdminTabura by AdminTabura
29/07/2026
in Uncategorized
0
Polda Papua Barat Siapkan Proses Autopsi terhadap Jasad Presenter TVRI Papua Barat

Kabid Humas, Polda Papua Barat, Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo didampingi Subbid Multimedia, Iptu Nurfah Tajong di Sowi Gunung, Manokwari, Selasa (28/7/2026). Foto:TP/SDR

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Manokwari, TP – Polres Pegunungan Arfak (Pegaf) mengungkapkan tentang proses penemuan jasad korban Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat, di aliran air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegaf.

Kapolres Pegaf, AKBP Bernadus Okoka mengatakan, jasad korban ditemukan sekitar 15 meter dari titik dilaporkan terjatuh dengan kondisi bagian kepala terjepit pada celah batu.

Menurutnya, proses evakuasi cukup sulit, sehingga tubuh korban terpaksa ditarik memakai tali. “Puji Tuhan kita bisa melakukan evakuasi korban. Korban berada di dalam celah batu. Jaraknya sekitar 15 meter dari titik terjatuh atau trap ketiga dari lokasi terjatuh,” ungkap Okoka kepada para wartawan usai mengantarkan jasad korban ke kamar mayat RSUD Manokwari, Senin, 27 Juli 2026 malam.

Dikatakan Kapolres, sebenarnya titik keberadaan korban sudah diketahui pada pencarian hari ke delapan atau Minggu, 26 Juli 2026 sesuai laporan dari Kasat Reskrim. Proses pencarian tersebut dilakukan pihak keluarga dibantu warga, polisi, dan TNI.

Okoka merincikan, pada Minggu, 26 Juli 2026, pihaknya Bersama TNI, keluarga, warga, dan 2 rekan korban, Kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang kedua.

Selain olah TKP, tim dan warga juga melakukan pembendungan sumber air terjun yang berasal dari salah satu danau di Anggi. Intensitas air terjun Memti juga dipengaruhi angin, jika angin sedang kencang di danau, maka air yang mengalir ke air terjun Memti semakin tinggi.

“Setelah cerita-cerita bagaimana mengurangi debit air di air terjun itu, masyarakat sampaikan bisa dengan cara bendung aliran dari danau, karena muaranya dari sana. Setelah dibendung, hasilnya debit air di lokasi kejadian turun sekitar 1,5 meter,” jelas Kapolres.

Ia menambahkan, dengan debit air yang sudah berkurang sekitar 1,5 meter, tim terus melakukan pencarian dan mencium aroma menyengat dari arah celah batu dengan lokasi sekitar 15 meter dari titik korban dilaporkan terjatuh atau berada pada trap ketiga dari atas.

“Kasat Reskrim melaporkan ada bau menyengat dari arah celah batu. Karena itu, kami berkoordinasi lagi dengan masyarakat untuk sama-sama naik mengecek lokasi tersebut,” katanya.

Selanjutnya, sambung Okoka, saat proses pengecekan, seorang warga memakai kalawai untuk memeriksa bagian dalam celah batu. Saat kalawai ditarik kembali, ditemukan secarik kulit dan baju korban disertai aroma menyengat, sehingga diketahui titik keberadaan korban.

“Memang kalau mencari dengan mata biasa tidak bisa melihat korban karena kondisinya terjepit di celah-celah batu, sehingga pakai alat kalawai. Setelah diketahui tanda-tanda dari situ, kami memastikan almarhum berada di celah batu di lokasi korban tergelincir, sekitar 10-15 meter dari titik awal, tepatnya di trap ketiga,” jelas Okoka.

Kapolres menambahkan, setelah titik korban dipastikan, warga dan tim gabungan Kembali melakukan evakuasi terhadap korban pada Senin, 27 Juli 2026, dengan cara membendung aliran air di sekitar lokasi penemuan agar debit air berkurang dan posisi korban bisa terlihat.

“Setelah air mulai surut, korban terlihat terjepit di antara celah bebatuan yang menyerupai gua, sehingga tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi,” katanya.

Dirinya menyebutkan, proses evakuasi terhadap korban dilakukan secara manual memakai tali dan pakaian milik seorang anggota sebagai alat bantu, karena keterbatasan sarana di lokasi.

Kapolres menjelaskan, ketika berhasil dievakuasi, kondisi jenazah dalam keadaan utuh meski sudah berada di dalam air selama hampir 10 hari.
Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, jasad korban dibawa menumpang ambulans dari Kabupaten Pegunungan Arfak menuju RSUD Manokwari untuk dilakukan autopsi.

Okoka mengaku untuk penyebab pasti kematian presenter TVRI Papua Barat tersebut belum bisa disimpulkan, masih harus menunggu hasil autopsi.

“Tanda-tanda kekerasan maupun penyebab pasti meninggalnya korban akan diketahui melalui hasil autopsi. Nanti dokter yang akan menjelaskan semua,” kata Kapolres.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus membantu dan mendoakan proses pencarian dan berkat kerja sama semua pihak, korban bisa ditemukan.

Dari pantauan Tabura Pos setelah jasad korban tiba di kamar mayat RSUD Manokwari, Senin (27/7/2026) malam, langsung dipadati Masyarakat, kerabat, dan pihak keluarga korban.

Siapkan Proses Autopsi

Sementara itu, Polda Papua Barat telah menyiapkan proses autopsi jasad korban. Saat ini, jasad presenter TVRI Papua Barat tersebut berada di lemari pendingin mayat (mortuary refrigerator), Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo didampingi Subbid Multimedia, Iptu Nurfah Tajong, mengatakan, autopsi dilakukan berdasarkan permintaan pihak keluarga almarhum, Yanto Idorway dan Satreskrim Polres Pegaf. Dengan permintaan itu, maka Polda Papua Barat sedang menyiapkan proses autopsi.

“Untuk autopsi terhadap saudara kita, almarhum Yanto Idorway memang ada surat permintaan dari keluarga dan Kasat Reskrim Polres Pegaf dan sudah kami terima,” ungkap Kuncahyo kepada para wartawan di Sowi Gunung, Manokwari, Selasa, 28 Juli 2026.

Lanjut Kabid Humas, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim forensik dari Jayapura, Papua, karena di Papua Barat belum ada dokter ahli forensik yang khusus melakukan autopsi. “Informasi dari Bid Dokkes Polda Papua Barat sudah koordinasi dengan dokter tim forensik dari Jayapura,” katanya.

Meski sudah berkoordinasi dengan tim dokter forensik dari Jayapura, sambung Kuncahyo, tetapi mereka belum bisa tiba di Manokwari, Selasa, 28 Juli 2026.

“Terkendala penerbangan, kemungkinan dokter forensiknya belum bisa tiba hari ini di Manokwari. Kita tetap berusaha,” ujar Kuncahyo.

Dirinya mengaku belum mendapatkan hasil visum terhadap korban yang dilakukan tim dokter RSUD Manokwari.

Untuk itu, Kabid Humas mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan peristiwa yang menimpa, Yanto Idorway, kepada pihak kepolisian.

Selain itu, Kuncahyo juga meminta masyarakat tidak menyebarkan spekulasi maupun provokasi melalui media sosial (medsos) yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau membenturkan pihak-pihak tertentu.

“Yakinlah, kami selaku aparat penegak hukum akan menyampaikan informasi yang benar, transparan, dan sejelas-jelasnya,” tegas Kabid Humas.

Menurutnya, pihaknya bekerja secara profesional dalam mengungkap penyebab kematian korban, termasuk melalui proses autopsi dan serangkaian penyelidikan yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu, kata Kuncahyo, Polda Papua Barat meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum sampai seluruh proses investigasi selesai dan hasilnya bisa disampaikan secara resmi kepada publik.

“Sebagai aparat negara, kami akan melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Permasalahan yang menimpa saudara kita yang mengalami musibah di sungai tersebut akan kami tangani secara profesional dan hasilnya akan kami sampaikan secara transparan,” tandas Kabid Humas. [SDR-R1]

Previous Post

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Kantah Kab Manokwari Lakukan Percepatan Penyelesaian PDDM

Next Post

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Dua Digit, Percepat Transformasi Berbasis Kecerdasan Buatan

Next Post
Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Dua Digit, Percepat Transformasi Berbasis Kecerdasan Buatan

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Dua Digit, Percepat Transformasi Berbasis Kecerdasan Buatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Advertorial

Browse by Category

  • ARTIKEL
  • BINTUNI
  • Blog
  • BUDAYA & PARIWISATA
  • DAERAH
  • DIKKES
  • EKBIS
  • HUKUM & KRIMINAL
  • INFO GRAFIK
  • KABAR PAPUA
  • KAIMANA
  • KESEHATAN
  • LINTAS NUSANTARA
  • LINTAS PAPUA
  • MANOKWARI
  • MANSEL
  • NASIONAL
  • News
  • PAPUA BARAT
  • PAPUA BARAT DAYA
  • PARLEMENTARIA
  • PEGAF
  • PENDIDIKAN
  • POLHUKRIM
  • Post
  • TELUK WONDAMA
  • Uncategorized
  • VIDEO

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA BARAT
  • MANOKWARI
  • DAERAH
    • MANSEL
    • PEGAF
    • BINTUNI
    • TELUK WONDAMA
  • POLHUKRIM
    • HUKUM & KRIMINAL
    • PARLEMENTARIA
  • DIKKES
    • BUDAYA & PARIWISATA
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
  • EKBIS
  • KABAR PAPUA
  • LINTAS PAPUA

© 2022 TABURAPOS - Akurat dan Cerdas.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!