Manokwari, TP – Ratusan pelajar SD hingga SMA/SMK di Papua Barat, menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Penyerahan secara simbolis oleh anggota DPR RI wakil Papua Barat Charoline Makalew, Selasa (4/7) di Manokwari, Papua Barat.
Charoline yang juga anggota Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyebut PIP merupakan hasil daeit koordinasi bersama fraksi NasDem (pusat) yang kemudian mendapat kuota untuk Papua Barat.
“Komunikasi fraksi untuk menukar program, salah satunya pendidikan, mengingat saya bukan dari komisi yang membidangi pendidikan secara langsung,” ujarnya disela penyaluran bantuan.
Meski demikian ia menekankan program itu juga merupakan bagian dari kuota program fraksi yang pada akhirnya bisa dibawa untuk pelajar di Papua Barat. PIP tahun 2026 melanjutkan bantuan yang sama tahun 2025.
“PIP menjawab keluhkan masyarakat kurang mampu untuk pendidikan. Bantuan masuk ke rekening pelajar tanpa menggunakan perantara,” terangnya lagi.
Bantuan PIP Tahun 2026 menyasar 779 pelajar SD hingga SMA/SMK di Manokwari, Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Kaimana. Jika digabung dengan 200 lebih bantuan yang sama tahun sebelumnya, total PIP dalam dua tahun terakhir dari NasDem untuk pelajar mencapai 1.000 lebih.

“Hari ini di Manokwari, Jumat besok penyerahan PIP tiga sekolah, dua SD dan satu SMP di Teluk Wondama,” aku Charoline.
Sebanyak 11 SD masuk program bantuan PIP 2026, tujuh diantaranya di Manokwari, dua SD di Bintuni dan masing-masing 1 SD di Kaimana dan Teluk Wondama dengan total 464 pelajar. Kemudian 5 SMP, tiga diantaranya di Manokwari, dua SMP di Teluk Wondama dengan total penerima 266 pelajar serta 2 SMA di Manokwari dengan total penerima bantuan 49 pelajar
Program ini merupakan hasil kerja nyata NasDem di pusat untuk mendukung pendidikan di Papua Barat. Dengan harapan besar mendapat bantuan yang sama tahun berikut dengan kuota yang lebih banyak untuk pelajar yang lain.
Charoline berharap bantuan benar-benar bermanfaat untuk mendukung pendidikan pelajar seperti membeli buku, tas maupun sepatu. Dan, orang tua diingatkan bijak memanfaatkan PIP untuk pelajar, bukan untuk mem nuhi kebutuhan ‘dapur’. [TIM-R2]




















