Aimas, TP – Warga di Jalan Seledri, Aimas, Kabupaten Sorong, mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pabrik tahu. Di aliran sungai dekat permukiman terlihat air keruh disertai gumpalan busa tebal. Bau dikatakan semakin menyengat saat cuaca panas dan debit air menurun, sehingga warga khawatir lingkungan dan sumber air tercemar.
Pemilik pabrik, Heri, membantah sepenuhnya penyebab bau berasal dari usahanya dan menyebut kemarau panjang turut memengaruhi kondisi air. Namun, ia mengakui pabrik telah beroperasi sekitar 10 tahun dan limbah produksi langsung mengalir ke lingkungan tanpa pengolahan memadai.
Menurutnya, petugas Dinas Lingkungan Hidup sebelumnya sudah memberi arahan menggunakan bahan pelarut sebelum limbah dibuang, namun kelalaian karyawan menyebabkan bau dan busa muncul kembali.
Heri berjanji segera membangun kolam penampungan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah tidak lagi langsung dialirkan ke sungai.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong, Agustinus Assem, S.H., M.Si., menyampaikan pihaknya menyayangkan kejadian tersebut dan berencana menurunkan tim pemeriksa dalam beberapa hari ke depan untuk memverifikasi sumber pencemaran, sistem pengelolaan limbah, serta kepatuhan pengusaha terhadap aturan yang berlaku. [MPS-R2]




















