Sorong, TP — Kodam XVIII/Kasuari menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa kekerasan yang menimpa tiga warga di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, pada 13 Agustus 2026. Berdasarkan analisis sementara, luka yang dialami ketiga korban bukan luka tembak, melainkan kuat diduga akibat senjata tajam.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Letkol Inf. J. Daniel Panusuan Manalu, S.H., M.I.Pol., menyampaikan hal tersebut dalam rilis resminya, kemarin. “Berdasarkan hasil analisis sementara terhadap kondisi ketiga korban, luka yang dialami bukan luka akibat tembakan, namun kuat dugaan diakibatkan senjata tajam,” ujarnya.
Ketiga korban kini telah mendapatkan penanganan medis dan dirawat di RSUD Sele Be Solu, Sorong, untuk perawatan lanjutan. Kodam juga memastikan bahwa berdasarkan pengecekan awal di lapangan, tidak terdapat pasukan TNI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar lokasi kejadian di Kampung Ainod pada saat peristiwa berlangsung.
Pihak Kodam turut menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras tindakan kekerasan yang menjadikan warga sipil sebagai korban. Penyelidikan secara menyeluruh dan mendalam masih terus dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya.
Seluruh informasi akan didalami secara objektif agar tidak muncul kesimpulan yang terburu-buru. Perkembangan hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setelah terverifikasi kebenarannya.
Kapendam mengimbau masyarakat Kabupaten Maybrat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“TNI dan Polri bersama aparat Pemerintah Daerah Papua Barat Daya akan terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya. Kodam pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif. [CR30-R2]




















