Ransiki, TP – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk ‘Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Ransiki’ yang ditujukan bagi siswa-siswi SMK YPK Lachai Roi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel, Selasa (18/8).
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Selatan serta Kepala Bidang SMA/SMK Kabupaten Manokwari Selatan. Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan literasi digital hingga ke kawasan daerah penyangga dan transmigrasi.
Kepala SMK YPK Lachai Roi, Ezra Swengly Weku, M.Pd, Gr, mengatakan dalam sosialisasi tersebut, tim pakar dan akademisi menyampaikan pentingnya integrasi teknologi digital bagi efisiensi pengelolaan lembaga non-profit lokal, seperti yayasan, komunitas pemuda, hingga organisasi sosial di Manokwari Selatan.
Para peserta sosialisasi diberikan pemahaman mengenai, tata kelola digitial, dalam hal ini pmanfaatan platform komputasi awan (cloud) dan aplikasi kolaborasi untuk transparansi operasional.
Selain itu, publikasi dan akuntabilitas, dalam hal ini penggunaan media digital untuk manajemen data, penggalangan sumber daya, dan pelaporan program ke publik.
Kemudian, peran generasi muda, dalam hal ini mengedukasi siswa SMK agar siap menjadi penggerak utama (agent of change) dalam mendigitalisasi organisasi di lingkungan sekitar mereka.
Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Selatan menyambut baik sinergi strategis antara perguruan tinggi dan kementerian ini. Melalui pelatihan dan sosialisasi ini, generasi muda di Ransiki diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya untuk memperkuat kelembagaan sosial masyarakat secara berkelanjutan. [BOM-R2]










