Bintuni, TP , TP — Kebakaran lahan melanda wilayah Distrik Sumuri Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni, pada Jumat malam (21/8/2026). Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 20.00 WIT melalui pemantauan drone tim pengamanan BP Berau Ltd (LNG Tangguh).
Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., mengonfirmasi tim tanggap darurat bergerak dari Pos Logpond pukul 20.15 WIT dan tiba di lokasi pukul 21.19 WIT. Pemadaman langsung dilakukan menggunakan satu unit armada pemadam serta dua unit mobil tangki air milik perusahaan.
“Upaya pemadaman awal berlangsung hingga dini hari, situasi terkendali, dan personel kembali ke pos pukul 04.00 WIT,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan, Polres Teluk Bintuni menyiagakan 40 personel gabungan di bawah pimpinan Kasat Samapta, Iptu Stenly A. Marani, S.H., terdiri dari 20 personel Samapta dan 20 personel Brimob Batalyon B Bintuni. Tim dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8) sore ke area LNG Tangguh untuk memperkuat pemadaman menyeluruh.
Hingga Sabtu siang, petugas masih berupaya memadamkan sisa titik api yang menghanguskan lahan. Kendala medan sulit dijangkau kendaraan serta jarak sumber air yang jauh membuat proses belum maksimal. Proses pendinginan dan penyisiran sisa bara terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Polri dan keamanan BP Berau Ltd.
Mewakili Kapolres, Kasihumas Iptu Ludfi Hakim Iha mengimbau masyarakat bijak dan waspada di musim kemarau yakni, menghindari membakar sampah sembarangan, terutama di dekat lahan kering dan ilalang. Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala.
Dan, melarang agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Pembakaran lahan sudah berulang kali terjadi. Kami mohon hentikan kebiasaan ini demi keselamatan bersama,” tegasnya. [CR25-R2]










