Manokwari, TP — Perekonomian Papua Barat tumbuh di atas rata-rata nasional, namun Wakil Gubernur Mohammad Lakotani mengingatkan kekayaan sumber daya alam daerah tak boleh hanya dihargai sebagai bahan mentah yang dikirim ke luar. Inilah saatnya mengolah di tempat, menaikkan nilai tambah, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Hal ini disampaikan Lakotani saat membuka Seminar Nasional Perekonomian Daerah Papua Barat Papedaonomics 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Kamis (27/8/2026).
Dikatakannya, perekonomian Papua Barat menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025 tercatat sebesar 6,46 persen secara cumulative to cumulative (ctc), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya di angka 4,94 persen, dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Di sisi lain, inflasi Papua Barat tetap terjaga pada level 2,59 persen secara year on year (yoy).
“Capaian tersebut menjadi sinyal positif perekonomian Papua Barat berada pada jalur yang semakin baik dan akseleratif. Penguatan sektor potensial diperlukan bukan hanya untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain,” ujar Lakotani.
Menurut Lakotani, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan, yakni meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan melalui proses pengolahan di daerah. Sehingga, tidak berhenti pada pengiriman bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Lakotani apresiasi pelaksanaan Papedaonomics 2026 yang dinilai menjadi ruang untuk mendorong hilirisasi perekonomian daerah. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara pemerintah, akademisi, pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melahirkan gagasan serta terobosan dalam pengembangan sektor dan komoditas potensial Papua Barat.
“Dengan sumber daya yang melimpah, kajian dan terobosan serta kolaborasi mendorong pertumbuhan ekonomi hilirisasi yang dituangkan melalui Papedaonomics 2026 ini dapat memberikan ide dan inovasi baru bagi kebijakan dan perekonomian daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal unggul di Papua Barat,” pungkasnya.[SDR-R2]










