Sorong, TP — Prajurit Komando Armada III melaksanakan Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata Tahun Anggaran 2026 di Perairan Reklamasi Sorong, Sabtu (29/8/2026).
Latihan ini bertujuan memelihara kesiapsiagaan, meningkatkan profesionalisme, serta menyamakan pola pikir dan tindak personel TNI Angkatan Laut dalam menghadapi berbagai dinamika tugas operasi.
Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, menjelaskan latihan ini bersifat gabungan terpadu, melibatkan lebih dari satu matra TNI sekaligus mengintegrasikan unsur sipil. Instansi yang terlibat antara lain TNI Angkatan Darat melalui Babinsa, Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, Pertamina, Basarnas, KSOP, hingga Bea Cukai.
Keterlibatan lintas instansi bertujuan membangun integrasi, koordinasi, dan sinergi sesuai kewenangan masing-masing, sehingga setiap unsur mampu bekerja secara terpadu di lapangan.
Sejumlah skenario diperagakan, di antaranya penanganan tumpahan minyak (oil spill) di laut, di mana unsur TNI AL berkoordinasi dengan Pertamina untuk menanggulangi kebocoran dan mencegah pencemaran lingkungan laut. Skenario lain mencakup penanganan gerakan separatis bersenjata di wilayah daratan, dengan melibatkan Kopaska dan Taifib Korps Marinir yang berkolaborasi sesuai kemampuan dan fungsi masing-masing.
Pangkoarmada III menegaskan latihan ini sangat penting di wilayah Papua Barat Daya, bukan hanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat, tetapi juga menjadi pesan kepada masyarakat bahwa aparat keamanan hadir untuk memberikan rasa aman.
“Melalui latihan yang terintegrasi tersebut, Koarmada III terus membangun kesiapan prajurit dan satuan sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi agar mampu menghadapi setiap tuntutan tugas secara profesional, terkoordinasi, dan terpadu,” ujarnya. [CR24-R2]










