Bintuni, TP — Sebagai kelanjutan suksesnya Angkutan Masyarakat Bintuni (AMB) Darat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni kini menyiapkan moda transportasi laut. Focus Group Discussion (FGD) penyusunan kajian Water Taxi resmi dibuka di Aula Dinas Perhubungan, Rabu (2/9/2026), sebagai langkah menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat pesisir yang selama ini terhambat akses transportasi.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Teluk Bintuni, Jacomina Jane Mahdalena Fimbay, S.Pd., M.M., mewakili Bupati Yohanis Manibuy, S.E., M.H., membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pengembangan AMB Laut berlandaskan Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang Sistem Transportasi AMB yang mencakup darat, laut, dan udara.
“Kita sering melihat warga kesulitan mendapatkan transportasi, apalagi dalam kondisi darurat seperti ada yang sakit butuh penanganan medis segera. Karena itu, program ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Jacomina.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Jandri Salakory, S.E., M.M., menjelaskan kajian yang dikerjakan bersama konsultan PT Atlas Bandung tidak hanya melihat aspek teknis, tetapi juga sosial budaya masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan rute, jaringan, armada, tarif, subsidi, keselamatan, kelembagaan, dan prasarana. Target kajian selesai tahun 2026 agar operasional dapat direncanakan mulai 2027.
“Kita ingin membangun konektivitas terintegrasi antara darat dan laut, sehingga masyarakat pesisir yang selama ini terbatas aksesnya dapat terjangkau pelayanan transportasi,” kata Jandri.
Pemerintah mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai perangkat daerah, masyarakat pesisir, adat, tokoh agama, pemuda, hingga perempuan, memberikan masukan konstruktif agar kajian benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Selain pelayanan bersubsidi, sistem juga dirancang dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan melalui keterlibatan masyarakat maupun kerja sama dengan pihak ketiga.[CR25-R2]










