Manokwari, TP – Sebanyak 107 siswa jenjang SMA/MA/SMK dari enam kabupaten se-Papua Barat berkumpul di Manokwari untuk bersaing dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat provinsi, yang berlangsung Kamis hingga Sabtu (3–5/9/2026).
Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Barat, Sudjanti Kamat, saat membuka kegiatan resmi menyampaikan FLS3N bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan ruang bagi siswa mengekspresikan kreativitas, membangun karakter, dan menumbuhkan kepercayaan diri.
“Lewat seni dan sastra, siswa belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan. Kekayaan budaya, tradisi, bahasa, dan kearifan lokal Papua Barat harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan ke generasi berikutnya,” ujarnya.
Kamat berharap kegiatan ini melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, berbudaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Para peserta merupakan yang terbaik hasil seleksi di tingkat kabupaten, yang telah menunjukkan keberanian berkarya dengan percaya diri, sportivitas, dan kejujuran.
Dewan juri dan panitia diharapkan bekerja secara profesional, transparan, objektif, dan adil. Peserta dari 11 sekolah di Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana akan mempertandingkan bakat di 12 cabang lomba selama tiga hari pelaksanaan.
Apresiasi juga disampaikan kepada guru pendamping yang telah mendampingi dan mengembangkan potensi para siswa. [FSM-R2]










