Manokwari, TP — Pengelolaan sampah di TPA Masepi, Sowi, sudah tidak memungkinkan lagi menggunakan sistem sanitary landfill. Kepala Bidang Persampahan DLHP Kabupaten Manokwari, Jhon Fonataba, menyampaikan TPA sudah over kapasitas, dan tidak bisa lagi digali kolam penimbunan sampah.
Penyebab utamanya, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga tidak berjalan sebagaimana master plan. Sampah yang masuk ke TPA masih bercampur, sehingga volume sampah jauh lebih besar dari perkiraan dan masa pakai menjadi jauh lebih singkat.
“Seharusnya yang sampai ke TPA hanya sampah residu yang sudah dipilah. Karena masih bercampur, kolam yang disiapkan untuk 70 tahun baru 20–30 tahun sudah penuh,” ungkap Fonataba di kantornya, Selasa (8/9/2026).
Kondisi sampah yang bercampur juga mengandung zat asam dan menghasilkan gas metan, sehingga kebakaran yang terjadi di TPA beberapa waktu lalu bisa terjadi secara alami akibat suhu panas yang tinggi. DLHP menegaskan tidak melakukan pembakaran sampah pada 6 September lalu.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Manokwari telah menentukan lokasi calon TPA baru di sepanjang Jalan Bridge A. Atururi, Distrik Manokwari Selatan, seluas sekitar 60 hektar. Lokasi sudah disurvei Bupati bersama pemilik hak ulayat dan dipastikan tidak mengganggu sumber air maupun lahan warga.
“Pak Bupati minta kalau bisa tahun ini sudah bisa action. Lokasinya bisa dipakai karena ada jurang dalam sekitar 50 meter. Namun kemungkinan tidak bisa pakai sistem sanitary landfill, melainkan sebagai kolam pendamping. Tahun ini kita lakukan persiapan,” pungkas Fonataba. [SDR-R2]










