Manokwari, TP — Sebagian wilayah di enam distrik Kabupaten Manokwari masuk kategori rawan pangan. Mengacu peta PSPA 2023, Warmare paling tinggi dengan 60 persen kampung masuk prioritas intervensi. Pemkab kini sedang memutakhirkan data untuk menyalurkan bantuan cadangan pangan pemerintah, yang kebutuhannya mencapai sekitar 50 ton beras per tahun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Mukrianto, menyampaikan pemetaan kerawanan pangan sedang diperbarui bersama pemerintah provinsi untuk mendapatkan data yang paling akurat.
Berdasarkan data terakhir, kategori prioritas dua meliputi Distrik Warmare 60 persen, Masni 20 persen, dan Tanah Rubuh 20 persen. Sementara prioritas tiga mencakup: Warmare 29 persen, Tanah Rubuh 33 persen, Manokwari Utara 12 persen, Masni 7 persen, Manokwari Selatan 5 persen, dan Prafi 7 persen. Tidak ada distrik di Manokwari yang masuk prioritas satu.
“Kenapa daerah seperti Prafi dan Masni masuk rawan pangan? Karena tidak semua kampung di sana merupakan wilayah pertanian,” jelas Mukrianto.
Pemkab setiap tahun berupaya menurunkan tingkat kerawanan melalui intervensi bantuan cadangan pangan pemerintah. Kebutuhan cadangan pangan di Manokwari sekitar 50 ton beras per tahun, dan diharapkan dapat bersumber dari petani lokal. Dinas juga telah mengajukan data ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi untuk mendapatkan dukungan intervensi tambahan tahun ini.[SDR-R2]










