Manokwari, TP — Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, mengenang mantan Wakil Bupati Edi Budoyo sebagai sosok yang sangat disiplin dan konsekuen dalam menjalankan tugas. Keduanya telah saling mengenal sejak masa pendidikan, kemudian bekerja bersama puluhan tahun di lingkungan pemerintahan Kabupaten Manokwari.
Saat melayat ke rumah duka di Sowi Gunung, Rabu (9/9/2026), Aljabar menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian senior sekaligus mantan atasan tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami menyampaikan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berdukacita atas meninggalnya senior kami, kemudian atasan kami pada saat masih bertugas,” ujar Aljabar.
Aljabar menjelaskan, keduanya telah terjalin hubungan akrab sejak masa pendidikan, di mana Edi Budoyo merupakan senior satu tingkat di atasnya. Setelah itu, mereka kembali berkarya bersama di pemerintahan, termasuk saat Aljabar menjabat Sekda di masa kepemimpinan Edi Budoyo dan Demas Paulus Mandacan.
“Beliau bukan orang baru bagi kami. Kalau istilahnya, beliau senior satu tingkat di atas saya, dan bertugasnya juga selalu bareng,” kenangnya.
Bagi Aljabar, ciri paling menonjol dari almarhum adalah kedisiplinan dan konsistensi. Edi Budoyo tidak hanya menuntut disiplin dari staf, tetapi menunjukkannya sendiri melalui sikap yang konsekuen terhadap setiap keputusan dan arahan yang disampaikan.
“Secara pribadi kami menilai almarhum adalah sosok yang penuh dengan disiplin, konsekuen dengan apa yang beliau sampaikan, dan menginginkan bahwa stafnya harus selalu tetap disiplin,” tuturnya.
Nilai-nilai kedisiplinan itu, kata Aljabar, tumbuh dari proses pendidikan dan pembinaan yang sama-sama ditempa bersama, lalu diaplikasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi kemajuan Kabupaten Manokwari.[SDR-R2]










